menulis dan website

hari ini kami melaksanakan pelatihan menulis dan membuat website di kantor wwf indonesia di malinau, pelatihan ini diikuti sebanyak 16 peserta yang merupakan staf balai taman nasional kayan mentarang, coba bayangkan bila ke-enambelas orang tersebut membuat tulisan satu saja setiap bulannya, berarti anda akan mendapatkan informasi baru sebanyak 16 tulisan setiap bulannya, apalagi bila mereka membuat satu tulisan setiap minggunya atau bahkan bila mereka menulis setiap hari dan mempostingnya

pelatihnya adalah pakar menulis dan membuat website di propinsi kalimantan timur, ia rela datang jauh-jauh dari ibukota propinsi yang begitu ramai dan megah dengan gedung-gedung besar menjulang tinggi menuju kabupaten malinau yang sepi dan jauh dari keramaian, apalagi di bulan puasa seperti saat ini, tentu semua kemudahan yang biasa didapatkan di samarinda tidak akan bisa dirasakan dan didapatkan di malinau

nah, kembali pada persoalan menulis, karena selanjutnya setelah menulis, mereka akan belajar membuat website, dimana tulisan-tulisan tersebut, yang bisa jadi merupakan laporan atau sebuah informasi singkat tentang taman nasional kayan mentarang, diharapkan bisa menjadi sumber informasi yang dapat diakses banyak pihak yang mengetahui lebih banyak tentang taman nasional kayan mentarang

Posted under Share by argolog on Tuesday 24 August 2010 at 11:04 am

long tua

aku kembali lagi mengunjunginya, setelah yang pertama lebih dari 2 tahun yang lalu. menikmati ketenangan padang ilalang di jantung borneo setelah menyeruput hangatnya kopi di pagi hari, menyaksikan mentari terbenam di balik pepohonan setelah mengamati satwa liar sore hari. aku datang kembali, menghabiskan pagi dan sore hariku duduk di ilalangnya, menatap banteng-banteng liar menyantap ilalang jauh dilereng bukit sebelah sana. walau tak nampak payau berlarian di hamparan ilalang saat mengetahui kami datang, namun aku tetap merasa enggan untuk pulang, berteman dengan kicau burung di pepohonan, di belai semilir angin yang membawa bau tubuhku sehingga banteng-banteng menyingkir bersembunyi di hutan. long tua…

Posted under Promote by argolog on Monday 24 May 2010 at 7:52 pm

arus balik

“sekarang orang tak mampu lagi membuat kapal besar. kapal besar hanya dibuat oleh kerajaan besar, kapal kecil oleh kerajaan kecil, menyebabkan arus tidak bergerak lagi dari selatan ke utara. ‘atas angin’ sekarang unggul, membawa segalanya ke jawa, termasuk kehancuran, penindasan dan penipuan….”

“semasa jaya gajah mada, arus bergerak dari selatan ke utara; segala-galanya: kapal-kapalnya, manusianya, amal perbuatannya dan cita-cita dan citranya – bergerak dari nusantara di selatan ke ‘atas angin’ di utara, sebab nusantara bukan saja kekuatan darat tapi juga kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di muka bumi….”

Pramoedya ananta toer, arus balik, penerbit hasta mitra

Posted under Books by argolog on Wednesday 17 February 2010 at 4:51 pm

berpetualang

mark twain mengajakku berpetualang bersama tom sawyer, menikmati keindahan st. petersburg dan kehidupan masyarakatnya, mengungkap misteri pembunuhan dan keberadaan harta karun. berkawan dengan joe harper, huckleberry finn dan banyak lagi…

mark twain, petualangan tom sawyer, penerbit narasi 2007

Posted under Books by argolog on Saturday 23 January 2010 at 1:09 pm

pembelajaran seumur hidup

“saya percaya pada pembelajaran sepanjang hidup dimana saya pergi ke luar untuk belajar, pada matahari, air, dan angin. saya percaya pada perjalanan ke luar untuk mencari pengalaman yang tak terduga dan nyata. saya percaya pada angin, desiran angin yang tak terduga dari kehadiran yang intensif. saya percaya pada hasil perenungan pemikiran dan bayangan. saya percaya pada pembelajaran seumur hidup dimana saya pergi ke luar untuk belajar.”

Germund Sellgren, Naturpedagogik, 2003 (dari buku Belajar Cara Hidup Berkelanjutan)

Posted under Share by argolog on Saturday 13 June 2009 at 6:40 pm

tiga cangkir teh

“… (di pakistan dan afghanistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua, engkau teman; dan pada cangkir ketiga, engkau bergabung dengan keluarga kami. sebuah keluarga yang siap berbuat untuk apapun-bahkan untuk mati.”

haji ali, kepala desa korphe, pegunungan karakoram, pakistan

three cups of tea, greg mortenson dan david oliver relin, cetakan 3 januari 2009, penerbit hikmah

Posted under Books by argolog on Monday 25 May 2009 at 6:53 pm

yang telah lama tak dilakukan

akhirnya setelah sekian tahun tak pernah tidur di tenda lagi, aku melakukannya beberapa hari yang lalu, menghabiskan waktu di muara sungai sulon dan salalir di hulu lumbis, menikmati jernihnya sungai dan lezatnya ikan yang baru saja ditangkap menggunakan jala, pukat dan tombak ikan, dikagetkan air yang tiba-tiba meninggi saat hujan menguyur, dan basah kuyup selama perjalanan di perahu…

Posted under Share by argolog on Sunday 1 March 2009 at 8:28 pm

jelajah kalimantan

“jelajah kalimantan”, atau perjalanan menyusuri jalan darat nunukan-sambas, dilakukan kompas untuk mengingatkan bangsa ini tentang tanah terlupa, yang diperas sumberdaya alamnya, tetapi sangat minim infrastrukturnya.

kompas, 5 februari 2009, halaman 1

Posted under news by argolog on Thursday 5 February 2009 at 8:36 pm

semut

semut-semut mulai memenuhi gelas minuman coklat kopi yang telah habis kutenggak satu jam yang lalu, sementara di samping gelas tersebut layar komputer menyajikan berita online dari surat kabar terkemuka di negeri ini, 66.300 orang di phk dan terancam phk [kompas], krisis keuangan global terus menghantam perekonomian hampir seluruh negara, pertumbuhan ekonomi rata-rata dunia menurun tajam, dan diperkirakan krisis ini masih akan terjadi hingga tahun 2009, pada berita yang sama dikatakan untuk kalimantan timur paling tidak 1.890 karyawan dirumahkan

seorang kawan yang sedang online, mem”buzz” yeemku, dia adalah dosen di perguruan tinggi negeri terbesar di samarinda, yang kampusnya seringkali tergenang air bila banjir besar melanda ibukota propinsi kalimantan timur ini, yang harus merelakan kehilangan sepatu barunya karena terendam banjir berlumpur, ya ditengah krisis ekonomi yang melanda negeri ini, yang membuat harga barang-barang melonjak tinggi, membeli barang yang bukan kebutuhan hidup tapi penting tentu sangat menguras keuangan keluarga, belum lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari, sementara banjir terus menghantui warga kota dan tentu saja menghambat aktivitas warga dan bisa jadi berdampak buruk terhadap perekonomian kota [kaltimpost]

suara kendaraan bermotor terdengar dikejauhan, walaupun krisis ekonomi telah mendera negeri ini, jumlah kendaraan bermotor masih terus bertambah setiap harinya, di ibukota negara dan beberapa kota besar lainnya hal ini mengakibatkan kemacetan di ruas jalan di kota-kota tersebut, tak terbayang berapa banyak waktu terbuang hanya diperjalanan, belum lagi konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor yang terus meningkat, di beberapa daerah bahkan seringkali masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya, kebijakan menurunkan harga bbm tidak membuat masyarakatnya mudah mendapatkannya [kaltimpost], bahkan di daerah-daerah penghasil minyak sekalipun, selain spbu yang sering kosong, warganya harus mengantri hanya untuk mendapatkan 5 sampai 10 liter minyak tanah

terbayang juga pada sebuah warung sate di sebuah kota pulau kecil di utara propinsi kalimantan timur, warung sate yang terletak tak jauh dari simpang tiga (sekarang simpang empat) pusat keramaian kota, warung sate yang telah bertahan puluhan tahun di tempat yang sama, warung sate yang terkenal paling enak itu, apakah krisis ekonomi dunia juga berdampak padanya, apakah harga bahan pokoknya melambung tinggi sehingga harga sate per tusuk ikut naik, atau apakah jumlah pembeli berkurang karena kemampuan daya beli masyarakat yang menurun, kuharap asapnya yang mencemari udara itu masih tetap mengepul sampai entah kapan aku tak tau

semut-semut masih memenuhi gelas itu, dan kuharap mereka segera pergi sebelum gelas itu kubawa ke dapur untuk dicuci

Posted under Share by argolog on Wednesday 3 December 2008 at 11:58 am

membunuh mocking bird itu dosa

“…, membunuh mocking bird-sejenis murai bersuara merdu-itu dosa” kata atticus kepada jem anaknya

halaman 179, to kill a mocking bird, harper lee

Posted under Books by argolog on Wednesday 26 November 2008 at 9:05 pm

Next Page »