Mar 14

aroma bawang putih

bau masakan beraroma bawang putih terus mengusik-usik hidungku, seakan menantangku untuk segera menikmatinya, padahal ia masih ada dipenggorengan dan belum benar-benar matang. begitulah, bawang putih bersama bumbu-bumbu dan penyedap rasa yang lain membuat masakan menjadi begitu lezatnya dan selalu menggugah selera makan.

tapi, beberapa hari ini, orang-orang selalu membicarakannya. baik di televisi, media cetak maupun dari perbincangan sehari-hari di rumah maupun di warung sayur, bawang putih menjadi pembicaraan utama. adalah karena Read the rest of this entry »

Oct 23

membuat hula hoop

beberapa tahun yang lalu, permainan hula hoop sempat booming, dimana-mana hula hoop berwarna-warni yang terbuat dari plastik dimainkan, para pedagangpun menyambutnya dengan menjual aneka ukuran hula hoop tersebut. melihatnya mengingatkanku pada suatu masa dulu, saat-saat hula hoop warna-warni dengan bahan plastik itu tak bisa didapatkan.

suatu ketika, saat masih bersekolah di sdn 003 simpang tiga, kami diberi tugas oleh guru olahraga atau guru kerajinan atau mungkin juga guru kelas untuk membuat hula hoop. ya, kami diminta untuk membuat hula hoop sendiri, dan tentu saja kami tak bisa membelinya, karena tidak ada yang menjualnya pada saat itu. kami hanya diberitahukan bahwa kami harus mencari rotan untuk membuatnya. akhirnya kamipun menjadi pencari rotan, dan disepakati pada hari minggu kami akan mencarinya. Read the rest of this entry »

Oct 03

kerajinan tangan

dulu ketika masih bersekolah, tepatnya sekolah dasar dan smp, setiap akhir semester, kami selalu diminta oleh guru untuk mengumpulkan kerajinan tangan dan kerajinan tangan yang dikumpulkan haruslah yang bermanfaat untuk sekolah. lantas apa yang akhirnya kami buat dan kumpulkan, yang pertama dan terbanyak adalah sapu lidi. ya sapu lidi adalah kerajinan tangan termudah pada saat itu, tinggal mencari daun kelapa yang sudah tua, ambil lidinya, bersihkan sisa-sisa daunnya, lantas disatukan dan diikat, bisa dengan tali rafia ataupun karet gelang. yang kedua adalah membuat kemoceng dari tali rafia dan tempat mengikatnya biasanya kayu ataupun bambu. yang ketiga sebenarnya bukanlah kerajinan tangan tapi hasil membeli di pasar yaitu kain lap. entah kenapa kain lap dianggap sebagai kerajinan tangan oleh banyak pelajar di sekolahku waktu itu, mungkin karena pesan bahwa kerajinan tangan haruslah yang bermanfaat untuk sekolah, maka kain lap akhirnya terpilih sebagai kerajinan tangan (ada juga kok yang menjahit sendiri kain lapnya….). nah, karena kerajinan tangannya standar seperti itu, maka nilai yang diberikanpun menjadi standar yaitu antara 6 – 7. Read the rest of this entry »

Oct 03

banjir….

sebenarnya banjir adalah hal yang biasa terjadi di lingkungan sekitar rumahku di tarakan. setiap hujan deras dengan durasi waktu yang cukup lama, sudah pasti akan terjadi banjir. terkadang cukup besar sehingga masuk ke rumah, terkadang cuma numpang lewat aja di jalan-jalan sekitar rumah. tapi, beberapa hari yang lalu, seperti biasa hujan turun lebat sekali, tak lama airpun mulai terlihat menggenangi jalan-jalan, lantas tak lama kemudia air berwarna kecoklatan mulai terlihat mengalir. makin lama tinggi permukaan air berwarna kecoklatan ini semakin tinggi. karena kejadian banjir ini terjadi pada tengah malam menjelang subuh, sehingga penghuni rumah tidak ada yang menyadarinya. baru pada saat banjir sedikit-demi-sedikit mulai menggenangi lantai rumah, para penghuni bangun satu persatu, dan diselamatkanlah satu-per-satu barang agar tidak terlalu basah dan dikotori lumpur banjir. demikianlah cerita keponakanku ketika aku datang sore harinya. beberapa bagian rumah masih terlihat bekas-bekas lumpur banjir yang belum sepenuhnya dibersihkan. satu informasi penting, sangat penting malah, yang ingin kudengar adalah, pakaianku yang kutitipkan di rumah tidak terkena banjir, walaupun ada beberapa lembar yang terlupa untuk diselamatkan. sore itu aku menjadi bimbang untuk memutuskan apakah pakaian ku itu, yang terkena lumpur banjir, harus kucuci atau kubuang saja, sebuah dilema karena pakaian-pakaian itu pemberian orang…

Oct 06

orang miskin tidak boleh sakit

orang miskin tidak boleh sakit. jatuh sakit dapat membuat jatuh miskin. obat semakin mahal dan semakin sulit diakses. banyak cerita tentang pasien yang pulang karena tidak mampu lagi membayar obat dan biaya perawatan. deretan kalimat tersebut adalah hal yang selalu kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

dulu para dukun (medicine man) di banyak komunitas masyarakat adat adalah penjaga kesehatan dan penerus pengetahuan cara mengusir penyakit. hutan juga lautan merupakan apotik kehidupan yang kian menyempit dan rusak. kini, yang kita butuhkan adalah pengingat, bahwa sehat adalah hak dasar manusia. maka obatpun bukan bisnis semata.

cover story majalah respect. edisi 10/2011

Oct 05

rawan pangan

manusia membutuhkan minimal 2.100 kalori dari makanan setiap hari untuk dapat bertahan hidup. total, jumlah pangan untuk mengisi perut penduduk bumi melebihi kebutuhan penduduknya, tetapi ada satu milyar orang tidur dengan perut lapar. di indonesia ada 65,34 juta orang rawan pangan, artinya hanya makan 1 atau 2 kali setiap hari.

makanan menjadi menarik saat ada uang di kantong dan menemukan tempat makan yang dapat memuaskan selera. tapi penguasaan pangan di tangan sekelompok kepentingan, akan berakhir dengan semakin banyak orang yang tidur dengan perut lapar.

cover story majalah respect. edisi 09/2011

Sep 27

mangga memanggil pulang

tahukah kau kawan, pohon mangga di belakang rumah kita sedang berbuah. tak banyak memang seperti pohon mangga tetangga kita yang karena begitu banyaknya sampai berguguran buahnya saat masih kecil-kecil. mungkin dua atau tiga minggu lagi beberapa buahnya akan matang dan bisa dinikmati. jadi kawan, yang jauh di sana, yang sedang menimba ilmu di pulau seberang atau bahkan di negeri orang, yang sedang membanting tulang mencari nafkah, atau hanya sekedar mengembara menempuh rimba mendaki gunung menikmati derasnya riam-riam sungai. kalian masih punya kesempatan untuk pulang, menikmati buah mangga yang sudah matang, walaupun tak banyak jumlahnya. buah yang telah kita tunggu sekian tahun, sejak pohon mangga itu hanya setinggi tubuh kita…

May 25

belajar pengelolaan kolaboratif (lagi)

Louise E. Buck, Eva Wollenberg and David Edmunds. Pembelajaran Sosial Dalam Pengelolaan Kolaboratif Hutan Komunitas: Pelajaran Dari Lapangan dalam Pembelajaran Sosial Dalam Pengelolaan Hutan Komunitas, hal 4-5. Pustaka Latin. 2005

Mempelajari bagaimana mengelola hutan untuk memenuhi berbagai kepentingan – dari masyarakat lokal yang menyangkut mata pencaharian mereka hingga masyarakat yang jauh yang tertarik pada fungsi-fungsi ekologis dan pendapatan – merupakan tantangan yang penting saat ini. Hutan merupakan properti yang sering dipersengketakan di mana kelompok-kelompok yang berbeda bertujuan untuk mengambil manfaat hutan dengan cara yang tidak sesuai atau berjuang menjadi pihak pertama yang mendapatkan manfaat dengan pasti. Untuk menyeimbangkan berbagai kepentingan ini, terdapat banyak upaya untuk mengembangkan strategi dan mekanisme yang mempromosikan kolaborasi di antara kelompok dengan perbedaan kepentingan dalam pengelolaan hutan (Anderson et al. 1999; Fox et al. 1997; Western 1994).

Read the rest of this entry »

May 24

berubah – beradaptasi

Masalah perubahan iklim di Indonesia biasanya dikaitkan dengan soal penggundulan hutan dan meningkatnya emisi gas rumah kaca kita. Orang Indonesia jarang mendengar sisi lainnya – dampak perubahan iklim global terhadap Indonesia. Kita sudah selalu berhadapan dengan berbagai bencana alam – kemarau panjang, banjir, gempa bumi, tsunami – tetapi kini sebagai akibat dari perubahan iklim, kita akan berhadapan dengan cuaca yang makin tidak menentu dan makin ekstrem, dengan berbagai akibat buruknya, terutama yang dapat menimpa masyarakat kita yang paling miskin.

halaman 3, Sisi lain Perubahan Iklim: Mengapa Indonesia harus beradaptasi untuk melindungi rakyat miskinnya, undp – indonesia, 2007

Read the rest of this entry »

May 20

kota kecil nyaman huni

siapa tokoh arsitektur tempo tahun 2010, dalam beritanya tanggal 3 januari 2011, tim juri tempo memutuskan tokoh arsitektur tersebut bukan seorang individu atau kelompok masyarakat dengan mahakaryanya yang mumpuni ataupun unik tapi kepada kota-kota kecil nyaman huni di indonesia. disebutkan ada 8 kota yang akhirnya terpilih. kenapa juri memutuskan memilih kota-kota kecil tersebut, berikut segelintir alasannya: Read the rest of this entry »

Older posts «