setelah hujan dan banjir

hampir saja tak bisa keluar dari rumah hari ini, mulai pagi hujan turun tak berhenti hingga sore ini rintik-rintiknya masih saja terasa, bahkan tadi pagi banjir sempat menyertai hujan. membuat enggan untuk melangkahkan kaki keluar rumah dan mesti melewati banjir yang mencapai lutut. tapi keinginan untuk keluar rumah begitu besar hingga sore ini kupaksakan juga untuk keluar rumah, menikmati kota ini setelah hujan dan banjir.
ternyata menikmati kota ini setelah hujan dan banjir begitu menyenangkan, udara terasa lebih segar dan sejuk. tak banyak manusia dan kendaraan bermotor yang lalu lalang ternyata mengurangi polusi udara dan suara. berjalan-jalan di kota ini setelah hujan dan banjir mengelilingi jalan kecil dan gang-gang di pemukiman dan pertokoan seperti mencoba mengenali bagian lain kota ini dan mengenang bagaimana kota ini semasa aku kecil dulu. langit yang masih saja mendung setelah hujan dan banjir, semilir angin yang berhembus, kesunyian yang kurasakan, membuatku membayangkan bagaimana kota ini dimasa depan.
memang tak banyak lagi pepohonan besar di pinggir jalan atau di pemukiman, termasuk juga pohon-pohon buah. teringat pohon jambu di belakang rumah atau kedondong di rumah kawan yang kini tak bisa lagi kunikmati buahnya. halaman-halaman rumah kini telah tertutup oleh semen juga jalan-jalan di pemukiman. tak banyak lagi tanah terbuka dengan pepohonan yang menjadi daerah resapan air. sehingga banjir datang lebih sering pada saat musim hujan begini. tapi berjalan-jalan setelah hujan dan banjir mengingatkanku bagaimana aku melewati masa kecil dulu.
kini semakin banyak saja bangunan-bangunan megah di sebuah persimpangan dekat rumah ku. hotel, pusat perbelanjaan, pusat pertokoan, ruko, rumah makan, rumah sakit atau apa saja bentuk bangunan bisa kunikmati tak jauh dari rumah. persimpangan jalan yang selalu dipadati kendaraan, orang-orang yang lalu lalang, pedagang kaki lima dengan barang dagangan, musik yang terdengar menghentak, adalah pemandangan sehari-hari yang biasa kunikmati setelah meninggalkan rumah. tak ada lagi sekolah dasar tempat aku sekolah dulu, spbu yang tepat berada dipersimpangan jalan malah lebih dulu dibongkar, disusul dengan berubahnya kawasan thm menjadi pusat pertokoan thm yang mengakibatkan hilangnya sebuah taman kanak-tanak tempat aku sering bermain dulu dan akhirnya sebuah pasar yang dinamakan sesuai dengan persimpangan tempatnya berada juga turut dibongkar menjadi sebuah bangunan pusat perbelanjaan megah dan hotel. tapi berjalan-jalan setelah hujan dan banjir membawa pikiranku tentang perubahan kota ini dimasa depan.
dan sekarang, biarkan aku nikmati kota kecil ini setelah hujan dan banjir.

5 jan 08

Posted under the city by argolog on Monday 7 January 2008 at 4:28 pm

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

* ketik kata.
Anti-Spam Image