bangkit

cobalah untuk bangkit, dari tidur panjang, dari mimpi indah, dari duduk di kursi empuk. cobalah untuk bangkit, hadapi kehidupan nyata, hadapi keterpurukan, hadapi semua masalah. cobalah untuk bangkit, untuk buktikan bahwa kita bisa, kita mampu, bahwa kita masih ada.

Posted under Words by argolog on Tuesday 20 May 2008 at 8:39 pm

minyak di bawah dan di atas tanah

sebenarnya ingin sekali menulis tentang harga bbm yang bakalan naik, tapi bingung mau nulis tentang apanya. juga pingin menulis tentang harga minyak goreng yang melambung tapi juga bingung apanya yang mau ditulis. padahal negara ini penghasil minyak (mentah) walaupun ternyata impornya jauh lebih besar. padahal negara ini penghasil cpo terbesar kedua sedunia setelah negara tetangga dan katanya ekspor kita lebih besar dari negara tetangga tersebut. berarti negara tetangga tersebut lebih memperhatikan kebutuhan dalam negerinya dibandingkan negara kita, apakah benar begitu, aku tak tau. jadilah harga minyak goreng melambung tinggi karena negara lebih mengutamakan mendapatkan devisa yang lebih besar dari ekspor cpo. dan rakyatnya diminta untuk lebih hidup sehat, memasak dan makan makanan yang direbus bukan digoreng. kata teman-teman hutan kita akan semakin berkurang untuk menghasilkan bbm yang ramah lingkungan. ini membuatku tambah bingung, menghasilkan sesuatu yang baik untuk lingkungan tetapi juga menghancurkan lingkungan itu sendiri, tak tau aku bagaimana menjelaskannya bila ditanya. itu baru satu sisi belum lagi sisi yang lain. katanya pemerintah akan keluar dari perkumpulan negara-negara penghasil dan pengekspor minyak, dan aku tak mengerti dan juga bingung berarti negara ini sejak dulu merupakan penghasil dan pengekspor minyak tapi kok rakyatnya tak bisa semakmur negara-negara arab. negara ini punya minyak di bawah dan di atas tanahnya, tapi sebagian besar rakyatnya tak bisa merasakan manfaatnya, bingung aku.

Posted under Share by argolog on Monday 12 May 2008 at 6:19 pm

sungai karang anyar

hujan kali ini membuatku membayangkan rumah tempat aku dibesarkan, sebuah rumah tak jauh dari simpang tiga. hujan selebat dan selama ini tentu akan mengakibatkan banjir, dan bila lebih lama lagi banjir akan masuk ke rumah. walaupun letak rumahku tak tepat betul dari sebuah sungai kecil, sungai yang biasa disebut sungai karang anyar, karena letaknya di kelurahan karang anyar. anda mungkin kaget bila kondisinya normal, sungai itu dalamnya hanya semata kaki orang dewasa, tapi begitu banjir ia akan menjadi begitu dahsyat. ya, kawasan hutan di hulu sungai ini sudah rusak parah, dan banjir membawa lumpur dan pasir dari kawasan yang telah terbuka. bila saja pasir itu dikumpulkan, mungkin dengan banjir tahun ini saja sudah cukup untuk membangun sebuah rumah sederhana.

tapi itulah sungai karang anyar, dimana waktu kecil aku sering mendatanginya. dulu sebelum rumahku menggunakan jasa pdam untuk mendapatkan air bersih, kami menggunakannya untuk mandi dan mencuci. tapi dulu airnya tak sekotor dan sedangkal sekarang. aku juga sering mancing di sungai karang anyar, dan dulu banyak ikan wadernya, tak tahu kalau sekarang. tapi dari dulu sungai karang anyar juga banjir, walau tak separah sekarang, dimana setelah hujan reda, kami sering bermain menghanyutkan tubuh kami di airnya yang dangkal.

di tepi sungai banyak pohon bambu, yang sering digunakan anak-anak untuk membuat leduman (meriam bambu) saat bulan puasa, membuat layang-layang saat musim layangan, atau oleh orang dewasa digunakan untuk menakuti kami (yang masih anak-anak) agar tak keluar malam. selain itu dulu di dekatnya banyak pohon buah-buahan yang pada musimnya menyediakan buah-buahan segar bagi kami.

tak jauh dari rumahku ada sebuah jembatan kayu yang melintasi sungai karang anyar, dari jembatan ini kami bermain kapal-kapalan yang ditarik dengan benang. di jembatan ini juga keponakanku pernah jatuh ketika melintas dengan sepedanya, entah kenapa, mungkin dia ditakut-takuti karena di dekat jembatan banyak pohon bambunya. untung saja jembatannya tak begitu tinggi dari permukaan sungai. sudah beberapa kali jembatan ini direnovasi, tapi selalu menggunakan kayu, tapi mungkin juga lebih baik begitu agar orang yang mengendarai sepeda motor tak ngebut ketika melewatinya. sampai sekarang jembatan ini masih punya pengaruh untuk menakuti anak-anak, hal yang sudah dilakukan oleh orang-orang dewasa dulu terhadap kami ketika masih kecil-kecil. yah, selain karena gelap pepohonan di sekitarnya memberi kesan angker padanya, tapi untung juga jadinya tak ada orang yang pacaran di jembatan.

sungai ini bermuara ke laut tak jauh dari hutan mangrove gusher, dulu sewaktu kecil aku pernah diajak kawan-kawan mancing di sana, selepas mancing kami biasa mencari buah dari pohon-pohon bakau yang berbentuk seperti pisang tapi ukurannya kecil sekali. buah ini kami gunakan untuk permainan ketek-ketekan. dengan menggunakan karet gelang buah itu diluncurkan untuk mengenakan musuh. rasanya bisa sakit sekali bila dibidikan dari jarak dekat dan terkena kulit yang terbuka. tapi dulu pohon mangrove lebih banyak dibandingkan sekarang yang lebih banyak rumahnya.

sekarang tak ada anak-anak yang mau bermain di sungai karang anyar, airnya yang kotor dan bau serta banyaknya sampah, tentu membuat mereka akan dimarahi bila main di sungai. walaupun sudah banyak yang sadar untuk tidak buang sampah ke sungai, tapi masih ada saja yang melakukannya, bahkan banyak rumah-rumah yang saluran pembuangan tinjanya yang mengarah langsung ke sungai. semoga nanti orang-orang di sekitar sungai akan sadar untuk tidak membuang sekala bentuk kotoran ke sungai, menjaga daerah tangkapan dan resapan air di sekitarnya, sehingga sungai karang anyar tak lagi jadi mimpi buruk di musim hujan begini.

Posted under the city by argolog on Friday 9 May 2008 at 8:06 pm

hardiknas

akeelah anderson, seorang anak berusia sebelas tahun memenangi kompetisi mengeja nasional di amerika, dalam satu kesempatan pembimbingnya menyampaikan tentang filosofi dari sebuah kata. bukan hanya menghafalkan huruf demi huruf, tapi maksud dari kata itu terbentuk dan pemahaman dari kata-kata yang ada. tidak hanya sekedar menghafalkan tapi juga memahami kata demi kata. ketika akeelah protes karena hanya disuruh membaca sebuah esai, pembimbingnya menyampaikan dia tak sedang membuat sebuah robot yang menghafalkan kata-kata, tapi ia ingin menyampaikan bahwa kata-kata yang tersusun mempunyai maksud dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi banyak orang. kekuatan kata-katalah yang dipergunakan bapak bangsa, diantaranya soekarno dan hatta, dalam memperjuangkan kebebasan bangsa ini dari penjajahan. akeelah diminta untuk memahami makna dari kata-kata dengan begitu dia dengan mudah bisa menghafalkannya.

kisah tentang akeelah dapat anda saksikan dalam film berjudul akeelah and the bee. menghafal pelajaran sudah menjadi bagian lumrah dalam pendidikan kita, menghafal membuat kita memberikan jawaban yang sama persis susunan katanya seperti terdapat pada buku teks pelajaran saat ujian, tetapi ternyata menghafal membuat para pelajar menjadi takut tak lulus ujian tahun ini. ada kepala sekolah dan guru yang masuk penjara karena membocorkan soal ujian, ada calo soal dan jawaban ujian nasional yang berkeliaran mengeruk keuntungan dari anak bangsa ini, ada pelajar yang rela melakukan apa saja untuk menghadapi ujian nasional bahkan mati sekalipun. menghafal membuat kita lupa bahwa setiap mata pelajaran merupakan bagian dari hidup kita. apakah kita lupa bahwa bahasa indonesia adalah bahasa sehari-hari kita, sudah sering kita dengarkan orang berbicara melebih-lebihkan sesuatu dari kenyataannya tapi sayang kita tak tahu apa istilahnya, menghafal membuat kita lupa bahwa kita biasa menggunakan akronim, antonim, sinonim. kita juga lupa bahwa dalam gerak sehari-hari ada gaya fisika di dalamnya, kita pasti tahu berapa kecepatan yang dibutuhkan sepeda motor kita dari rumah sampai ke sekolah agar sampai tepat waktu. kita lupa bahwa bahwa di rumah kita telah terjadi reaksi kimia, ketika membuat teh, ketika ibu memasak, ketika merendam cucian dalam air sabun. kita lupa bahwa ketika bernafas kita tak hanya menghirup oksigen dari udara, sehingga kita membiarkan saja karbondioksida dan zat beracun lainnya memenuhi udara. kita juga lupa bahwa batang pohon berupa tabung, dimana kita bisa mengukur lingkarannya untuk mengetahui pertumbuhan batangnya setiap tahun sehingga kita tahu bahwa diperlukan waktu yang sangat lama agar sebatang pohon mencapai ukuran diameter batang sebesar satu meter yang membuat kita segan untuk menebang sesukanya. kita lupa bahwa ada proses pencucian karbondioksida yang dilakukan oleh sebuah pohon, dengan daun-daunnya kita bisa menghirup udara yang lebih segar.

seseorang pernah mengatakan belajarlah dari lingkungan sekitarmu, yang lain mengatakan tentang belajar untuk kehidupan yang kita jalani bukan karena ujian nasional. semoga dengan peringatan hari pendidikan nasional tahun ini, pendidikan anak bangsa bisa menjadi lebih baik. semoga nanti tak ada lagi sekolah yang rubuh, tak ada lagi anak-anak yang tak sekolah karena tak punya uang, tak ada lagi yang bunuh diri karena takut tak lulus ujian, semoga….

Posted under Share by argolog on Saturday 3 May 2008 at 1:27 pm

may day

hari ini para pekerja di seluruh dunia memperingati hari mereka, kita biasa menyabutnya hari buruh. umumnya para pekerja memperingatinya dengan melakukan unjuk rasa. menyampaikan tuntutannya agar mendapatkan upah yang layak, yang biasanya tidak pernah dipenuhi oleh para pemilik modal.

setiap tahun memang biasanya ada kenaikan umr, dan setelah melalui perjuangan panjang umr yang ditentukan oleh pemerintah biasanya masih di bawah kebutuhan biaya hidup keluarga yang juga terus naik setiap tahunnya. walaupun masing-masing sektor pekerjaan memeliki umr yang berbeda-beda sehingga sering disebut umr sektoral, umumnya para pekerja mengalami nasib yang sama, kebutuhan hidup yang terus meningkat, ketidakpastian perpanjangan kontrak kerja dan hak-hak pekerja yang dikebiri.

jadilah setiap tahun hari buruh diperingati tanpa ada perubahan, kalaupun ada yang berubah adalah kebutuhan biaya hidup yang terus meningkat tak sebanding dengan naiknya upah.

Posted under Share by argolog on Thursday 1 May 2008 at 7:25 pm

gtm

tepat berhadapan dengan komplek pertokoan thm berdiri sebuah bangunan megah pusat perbelanjaan dan hotel. orang-orang biasa menyebutnya gtm singkatan dari grand tarakan mall. letaknya tepat di simpang empat paling sibuk di tarakan, tapi kami yang besar di dekat simpangan itu tetap memanggilnya simpang tiga. gtm menggantikan pasar tradisional yang dinamakan sesuai dengan nama simpang jalan itu dulu, pasar simpang tiga. pasar ini dipindahkan tidak jauh ke pusat pertokoan gusher tak jauh dari tepi laut di strat buntu.

gtm telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas masyarakat di kota ini, terutama pada hari-hari libur. beberapa acara seperti panggung hiburan, lomba dan pameran sering diadakan di hall lantai satu bangunan ini. selain itu masyarakat juga bisa mengunjungi toko buku tersebsar di tarakan. mengunjungi mall mungkin sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat kota kecil ini. posisinya yang berdampingan dengan thm membuatnya semakin ramai dikunjungi. bila tak menjumpai barang yang dicari di gtm bisa mencarinya ke thm atau sebaliknya.

beberapa kali mengunjungi gtm, membawaku ke belasan tahun sebelumnya, saat tempat itu masih berupa pasar tradisional. sekolah ku (sd) yang tak jauh dari pasar simpang tiga membuatku mengakrabinya. menelusuri jalan-jalan dan gang-gangnya yang becek dan kadang berbau busuk, para pedagang yang menjajakan barang-barang dengan penampilan seadanya, para pembeli yang bahkan belum sempat mandi untuk mendapatkan barang-barang belanjaan yang kualitasnya masih bagus pagi-pagi sekali. kini, berjalan menelusuri satu persatu toko di dalam bagunan ini kita menyaksikan pedagang dan pengunjung dengan penampilan terbaik mereka. tak ada lagi pedagang yang menggunakan sarung untuk menutupi tubuhnya, bahkan di beberapa tempat beberapa pemilik toko menggunakan jasa spg yang cantik dan seksi untuk menarik minat pengunjung agar membeli produk mereka. ada satu bank dan pusat atm di gtm, yang membuatku mengingat seorang penukar uang receh yang biasa berdiri di dekat pintu masuk pasar.

pada lantai tiga bangunan ini terdapat pusat penjualan makanan yang diberi nama food court, membuatku sekali mengingat tentang jajanan pasar yang banyak diperjualbelikan di pasar simpang tiga, jajanan yang ditunggu-tunggu ketika ibu atau kakakku pergi ke pasar. ibu atau kakakku biasa pergi ke pasar setelah sholat subuh, dan pulang sekitar pukul enam atau tujuh pagi, dan jadilah jajanan pasar sarapan sebelum sekolah. pada saat bersekolah di smp aku bahkan sempat menggantikan kakakku beberapa waktu pergi ke pasar, barang belanjaan yang sudah pasti harus dibeli adalah daging sapi, timun dan kelapa parut, barang-barang lain biasanya dibeli sesuai pesanan. setelah mengantarkan barang belanjaan, aku harus menunggu mobil yang mengantar ayam, untuk menyampaikan berapa banyak ayam yang akan kami beli hari itu. yah, dulu belum ada teknologi telepon seluler seperti sekarang, bahkan telepon rumahpun kami tak punya. jadi semua pesanan harus disampaikan secara langsung.

kembali ke gtm yang pada saat malam menampilkan kemolekkannya, lampu-lampu membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. sebuah hotel yang menjadi bagian dari gtm tak lama lagi akan dibuka, hotel yang menjadi bagian dari jaringan hotel novotel ini membuat gtm memiliki daya tarik tersendiri. sebuah perpaduan hotel dan pusat perbelanjaan yang pertama di tarakan. gtm, suatu saat aku akan mempunyai kenangan sendiri tentangmu seperti juga kenanganku akan pasar simpang tiga yang kau gusur.

Posted under the city by argolog on Thursday 1 May 2008 at 7:14 pm