hardiknas
akeelah anderson, seorang anak berusia sebelas tahun memenangi kompetisi mengeja nasional di amerika, dalam satu kesempatan pembimbingnya menyampaikan tentang filosofi dari sebuah kata. bukan hanya menghafalkan huruf demi huruf, tapi maksud dari kata itu terbentuk dan pemahaman dari kata-kata yang ada. tidak hanya sekedar menghafalkan tapi juga memahami kata demi kata. ketika akeelah protes karena hanya disuruh membaca sebuah esai, pembimbingnya menyampaikan dia tak sedang membuat sebuah robot yang menghafalkan kata-kata, tapi ia ingin menyampaikan bahwa kata-kata yang tersusun mempunyai maksud dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi banyak orang. kekuatan kata-katalah yang dipergunakan bapak bangsa, diantaranya soekarno dan hatta, dalam memperjuangkan kebebasan bangsa ini dari penjajahan. akeelah diminta untuk memahami makna dari kata-kata dengan begitu dia dengan mudah bisa menghafalkannya.
kisah tentang akeelah dapat anda saksikan dalam film berjudul akeelah and the bee. menghafal pelajaran sudah menjadi bagian lumrah dalam pendidikan kita, menghafal membuat kita memberikan jawaban yang sama persis susunan katanya seperti terdapat pada buku teks pelajaran saat ujian, tetapi ternyata menghafal membuat para pelajar menjadi takut tak lulus ujian tahun ini. ada kepala sekolah dan guru yang masuk penjara karena membocorkan soal ujian, ada calo soal dan jawaban ujian nasional yang berkeliaran mengeruk keuntungan dari anak bangsa ini, ada pelajar yang rela melakukan apa saja untuk menghadapi ujian nasional bahkan mati sekalipun. menghafal membuat kita lupa bahwa setiap mata pelajaran merupakan bagian dari hidup kita. apakah kita lupa bahwa bahasa indonesia adalah bahasa sehari-hari kita, sudah sering kita dengarkan orang berbicara melebih-lebihkan sesuatu dari kenyataannya tapi sayang kita tak tahu apa istilahnya, menghafal membuat kita lupa bahwa kita biasa menggunakan akronim, antonim, sinonim. kita juga lupa bahwa dalam gerak sehari-hari ada gaya fisika di dalamnya, kita pasti tahu berapa kecepatan yang dibutuhkan sepeda motor kita dari rumah sampai ke sekolah agar sampai tepat waktu. kita lupa bahwa bahwa di rumah kita telah terjadi reaksi kimia, ketika membuat teh, ketika ibu memasak, ketika merendam cucian dalam air sabun. kita lupa bahwa ketika bernafas kita tak hanya menghirup oksigen dari udara, sehingga kita membiarkan saja karbondioksida dan zat beracun lainnya memenuhi udara. kita juga lupa bahwa batang pohon berupa tabung, dimana kita bisa mengukur lingkarannya untuk mengetahui pertumbuhan batangnya setiap tahun sehingga kita tahu bahwa diperlukan waktu yang sangat lama agar sebatang pohon mencapai ukuran diameter batang sebesar satu meter yang membuat kita segan untuk menebang sesukanya. kita lupa bahwa ada proses pencucian karbondioksida yang dilakukan oleh sebuah pohon, dengan daun-daunnya kita bisa menghirup udara yang lebih segar.
seseorang pernah mengatakan belajarlah dari lingkungan sekitarmu, yang lain mengatakan tentang belajar untuk kehidupan yang kita jalani bukan karena ujian nasional. semoga dengan peringatan hari pendidikan nasional tahun ini, pendidikan anak bangsa bisa menjadi lebih baik. semoga nanti tak ada lagi sekolah yang rubuh, tak ada lagi anak-anak yang tak sekolah karena tak punya uang, tak ada lagi yang bunuh diri karena takut tak lulus ujian, semoga….