sampah

hari sabtu kemarin berkesempatan mengajak monster-monster kecil di rumah mengunjungi hutan mangrove tarakan. mereka terlihat senang begitu memasuki kawasan hutan mangrove, melihat burung dan satwa lainnya, membaca papan informasi, juga papan nama jenis pohon. tak lama kami temukan satu sampah plastik, lalu kami ambil dan masukkan ke tempat sampah. tak jauh berjalan bertemu lagi botol kemasan minuman, diambil dan masukkan lagi ke tempat sampah. kemudian berjalan lagi dan bertemu sampah lagi, bersama anak-anak kami hitung total ada 20 sampah plastik di sepanjang perjalanan kami. padahal cukup banyak tempat sampah disediakan oleh pengelola, hampir di setiap sudut dan persimpangan jalan terdapat tempat sampah. sepertinya susah sekali memegang sebentar kemasan plastik bungkus makanan sebelum dibuang ke tempatnya. anak-anak sempat bertanya padaku, mengapa orang-orang membuang sampah sembarangan padahal ada tempat yang telah disediakan.

Posted under Share by argolog on Sunday 29 June 2008 at 12:02 pm

gajah

hari ini aku akan ke sebuku, mendampingi kawan-kawan dari kantor pusat. kami berencana mengunjungi beberapa desa di kecamatan tersebut yang dalam beberapa waktu ini terus didatangi oleh gajah, kalau hanya datang sih tidak jadi masalah, tapi si gajah rupanya lapar dan kebun masyarakat menyediakan makanan mereka. beruntung hingga saat ini belum ada korban jiwa seperti di sumatera. untuk mengantisipasi itulah kami datang ke sebuku. konflik antara masyarakat dan gajah saat ini sudah saat meresahkan masyarakat, sehingga dibentuklah satgas penghalau gajah di masing-masing desa, mereka dibekali pelatihan dan peralatan. peralatannya sederhana sehingga mereka bisa membuatnya sendiri, namanya meriam karbit. masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, kabupaten juga propinsi antusias sekali terhadap upaya mengatasi permasalahan ini. di tinggkat propinsi dibentuklah forum gajah kalimantan yang terdiri dari berbagai stakeholder baik dari pemerintah propinsi, kabupaten, kecamatan, lembaga pemerintah untuk konservasi sumberdaya alam, lsm, akademisi dan lain-lain. pemerintah kabupaten bekerjasama dengan universitas negeri terbesar di propinsi ini pun akan segera melakukan beberapa penelitian, mulai dari populasi hingga pakannya. sebelumnya telah dilakukan penelitian tentang habitat dan perkiraan populasinya.  berbagai diskusi juga telah dilakukan dengan pengusaha perkebunan dan perkayuan yang telah mendapatkan ijin mengelola kawasan. yang terpenting juga adalah bagaimana memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam berusaha dan menjalani kehidupan sehari-hari juga rasa aman bagi gajah guna keberlangsungan hidupnya.

Posted under Share by argolog on Friday 20 June 2008 at 7:59 am

membuat taman

kemarin, kantor kami membuat taman di depan kantor, mulai pagi hingga tengah hari, akhirnya taman itu pun dipenuhi berbagai macam tanaman. sekarang walaupun baru satu hari kantor jadi kelihatan lebih segar. kami juga menanam gaharu, mungkin suatu saat bisa “dipetik” hasilnya. beberapa tanaman hias dalam pot juga bisa ditemukan di beranda kantor. suatu saat bila anda berkunjung ke kantor kami, anda bisa menikmatinya saat santai di depan kantor.

Posted under Share by argolog on Friday 20 June 2008 at 7:20 am

sore di tepi sungai sesayap

sore kemaren kami habiskan di tepi sungai sesayap tepat di belakang kantor, ditemani jagung rebus dan segelas teh yang kami siapkan sendiri. memandang sungai sesayap dengan airnya yang keruh ditingkahi lalu lalang longboat dan ketinting. tampak beberapa lelaki berenang tak jauh dari tempat kami bersantai, sayang tak tampak anak-anak yang bermain di tepi sungai. tak terasa jagung rebus telah habis semua, gelas-gelas telah kosong, kami pun beranjak kembali ke kantor diiringi semilir angin yang berhembus.

Posted under Share by argolog on Sunday 8 June 2008 at 1:14 pm

yang lama tak didengar dan ditengok

pagi ini di sela-sela deru sepeda motor kudengar lagi suaranya, ya… sudah cukup lama aku tak menengok satwa yang memiliki bulu dan suara yang indah. terkadang saat sedang bermain bulutangkis di depan kantor sore tanpa sengaja memandang burung elang yang sedang terbang melintas, juga saat mengajak berandalan kecil di rumah tarakan mengunjungi hutan mangrove tarakan sesekali terlihat burung raja udang di dahan-dahan bakau.

padahal untuk mengamati burung tak susah-susah amat, dengan mata telanjang bisa dilakukan. kalau pun tak punya kemampuan untuk mengidentifikasi jenis burung, cukuplah ditulis nama yang umum diketahui. kalau punya kemampuan untuk menggambar bisa digambarkan pada selembar kertas, karena ini akan sangat membantu dalam mengidentifikasi jenis burung yang dilihat. teropong, tak harus digunakan bila memang tak punya, walaupun akan sangat membantu dalam pengamatan burung. punya kamera digital pocket, bisa juga dipakai bila memang tak punya kamera tele yang biasa dipakai untuk memotret satwa liar.

lantas apalagi yang dibutuhkan, selain peralatan untuk mengamati burung, yang terpenting juga punya kemauan untuk melakukannya, disamping punya kesempatan (waktu) tentunya. nah ini lah yang aku tak punya, lagi malas nih…

Posted under Share by argolog on Monday 2 June 2008 at 4:20 pm