yang lama tak didengar dan ditengok

pagi ini di sela-sela deru sepeda motor kudengar lagi suaranya, ya… sudah cukup lama aku tak menengok satwa yang memiliki bulu dan suara yang indah. terkadang saat sedang bermain bulutangkis di depan kantor sore tanpa sengaja memandang burung elang yang sedang terbang melintas, juga saat mengajak berandalan kecil di rumah tarakan mengunjungi hutan mangrove tarakan sesekali terlihat burung raja udang di dahan-dahan bakau.

padahal untuk mengamati burung tak susah-susah amat, dengan mata telanjang bisa dilakukan. kalau pun tak punya kemampuan untuk mengidentifikasi jenis burung, cukuplah ditulis nama yang umum diketahui. kalau punya kemampuan untuk menggambar bisa digambarkan pada selembar kertas, karena ini akan sangat membantu dalam mengidentifikasi jenis burung yang dilihat. teropong, tak harus digunakan bila memang tak punya, walaupun akan sangat membantu dalam pengamatan burung. punya kamera digital pocket, bisa juga dipakai bila memang tak punya kamera tele yang biasa dipakai untuk memotret satwa liar.

lantas apalagi yang dibutuhkan, selain peralatan untuk mengamati burung, yang terpenting juga punya kemauan untuk melakukannya, disamping punya kesempatan (waktu) tentunya. nah ini lah yang aku tak punya, lagi malas nih…

Posted under Share by argolog on Monday 2 June 2008 at 4:20 pm

1 Comment »

  1. Comment by gundul — 3 June 2008 @ 10:05 pm

    "pagi ini di sela-sela deru sepeda motor kudengar lagi suaranya,..." [sudah bisa naik motor ?]

    # dari dulu kan bisa....

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

* ketik kata.
Anti-Spam Image