jembatan itu

jembatan itu kini direnovasi, kali ini bukan lagi jembatan kayu, beton-beton pemancang sudah terpasang, tak lama lagi jembatan itu selesai sudah, menjadi jembatan beton bertulang besi, tak akan lagi bunyi gemeretak kayunya saat dilewati kendaraan bermotor, tak bisa lagi mengintip aliran air disela-sela papan yang dipasang jarang, mungkin nanti ia bukan lagi jembatan yang menakutkan anak-anak di malam hari, yang akan berlari setiap melewatinya, mungkin nanti kendaraan bermotor tak lagi mengurangi kecepatannya saat melintasi jembatan, yah semua telah dan akan berubah, tak mungkin berharap selalu seperti dulu, tak ada pembangunan namanya kata temanku.

Posted under the city by argolog on Sunday 24 August 2008 at 8:53 pm

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

* ketik kata.
Anti-Spam Image