durian

di dapur ada durian, yang dibeli tadi siang, ada 6 buah jumlahnya, tapi harganya masih mahal, soalnya belum musim benar, katanya masih buah pertama, karena sudah lama tak makan durian, jadi mesti dibeli juga, tak peduli berapa pun harganya, katanya durian rajanya buah

paling tidak 2 buah kumakan sendiri, sebenarnya ingin lebih, tapi tak enak dengan yang lain

Posted under Words by argolog on Tuesday 23 September 2008 at 9:07 pm

ke samarinda

terminal bis batu ampar balikpapan 11.30:

ko ga jalan-jalan sih bis nya pak?

masih lama kah pak?

pak supih cepat jalan! aku mau ke samalinda

aku mau bedili aja, mau liat kelual, mau liat mobil (akhirnya setelah satu jam sejak pertama kali naik, bis berangkat meninggalkan balikpapan)

mana samalindanya pak (satu setengah jam kemudian setelah dia bangun tidur)

di dalam bis, tak jauh dari jembatan mahakam 18.00:

pak supih cepat jalan, aku mau lewat di atas jembatan nah, aku mau liat kapal

aku tidul dulu ya pak (ketika lampu bis dimatikan)

sudah sampai kah (dan dia tertidur lagi)

sudah sampai pak (dan lagi dia tertidur)

ku tutup tubuhnya dengan jaket yang tadi tak mau dipakainya, sebentar lagi kita sampai di balikpapan nak, lalu kita naik angkot, trus naik ojek menuju rumah mbah kung, tapi sebelumnya kita beli dulu kembang api dan sedikit jajanan, buat oleh-oleh mbah kung dan mbah uti, adikmu mungkin sudah tidur saat ini….

Posted under Share by argolog on Tuesday 2 September 2008 at 1:20 pm

bodoh!

bodoh, aku betul-betul merasa bodoh, aku meninggalkan the old man and the sea-nya ernest hemingway begitu saja di troli bandara sepinggan balikpapan, dan aku baru menyadarinya ketika turun dari taksi yang membawaku ke rumah mertua. padahal, dia baru beberapa hari ini menemaniku, padahal, aku belum selesai mendengar ceritanya, bila ada yang menemukannya sudikah mengembalikannya padaku, hiks….

Posted under Books by argolog on Tuesday 2 September 2008 at 12:57 pm