menunggu pulang
aku ingin segera pulang kepada kawan kepada kehendak hati terlebih kepada istri dan anak-anakku di rumah; aku merindukan semua akan gairah, emosi, kata-kata dan hasrat kawan-kawanku juga kelembutan, kehangatan dan kepolosan istri dan anak-anakku; jadi kapan? kata hatiku; pikirkan juga orang-orang yang kau cintai, bagian diriku yang lain berkata; jangan terlalu banyak berpikir! kata yang lain; jangan sampai menyesal! yang lain menimpali; jalan pulang itu terbentang lebar, sementara kenyamanan ini menghambatku; jalan pulang itu ada di hadapanku, sementara rumah ini begitu hangat mendekapku; kalau begitu tunggulah sampai kau siap, tapi diri ini semakin bertambah resah setiap saat; akan ada saatnya untuk pulang, tapi aku sudah tak sabar untuk kembali; maaf kawan, maaf istri dan anak-anakku, sudikah kalian menungguku pulang