semut
semut-semut mulai memenuhi gelas minuman coklat kopi yang telah habis kutenggak satu jam yang lalu, sementara di samping gelas tersebut layar komputer menyajikan berita online dari surat kabar terkemuka di negeri ini, 66.300 orang di phk dan terancam phk [kompas], krisis keuangan global terus menghantam perekonomian hampir seluruh negara, pertumbuhan ekonomi rata-rata dunia menurun tajam, dan diperkirakan krisis ini masih akan terjadi hingga tahun 2009, pada berita yang sama dikatakan untuk kalimantan timur paling tidak 1.890 karyawan dirumahkan
seorang kawan yang sedang online, mem”buzz” yeemku, dia adalah dosen di perguruan tinggi negeri terbesar di samarinda, yang kampusnya seringkali tergenang air bila banjir besar melanda ibukota propinsi kalimantan timur ini, yang harus merelakan kehilangan sepatu barunya karena terendam banjir berlumpur, ya ditengah krisis ekonomi yang melanda negeri ini, yang membuat harga barang-barang melonjak tinggi, membeli barang yang bukan kebutuhan hidup tapi penting tentu sangat menguras keuangan keluarga, belum lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari, sementara banjir terus menghantui warga kota dan tentu saja menghambat aktivitas warga dan bisa jadi berdampak buruk terhadap perekonomian kota [kaltimpost]
suara kendaraan bermotor terdengar dikejauhan, walaupun krisis ekonomi telah mendera negeri ini, jumlah kendaraan bermotor masih terus bertambah setiap harinya, di ibukota negara dan beberapa kota besar lainnya hal ini mengakibatkan kemacetan di ruas jalan di kota-kota tersebut, tak terbayang berapa banyak waktu terbuang hanya diperjalanan, belum lagi konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor yang terus meningkat, di beberapa daerah bahkan seringkali masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya, kebijakan menurunkan harga bbm tidak membuat masyarakatnya mudah mendapatkannya [kaltimpost], bahkan di daerah-daerah penghasil minyak sekalipun, selain spbu yang sering kosong, warganya harus mengantri hanya untuk mendapatkan 5 sampai 10 liter minyak tanah
terbayang juga pada sebuah warung sate di sebuah kota pulau kecil di utara propinsi kalimantan timur, warung sate yang terletak tak jauh dari simpang tiga (sekarang simpang empat) pusat keramaian kota, warung sate yang telah bertahan puluhan tahun di tempat yang sama, warung sate yang terkenal paling enak itu, apakah krisis ekonomi dunia juga berdampak padanya, apakah harga bahan pokoknya melambung tinggi sehingga harga sate per tusuk ikut naik, atau apakah jumlah pembeli berkurang karena kemampuan daya beli masyarakat yang menurun, kuharap asapnya yang mencemari udara itu masih tetap mengepul sampai entah kapan aku tak tau
semut-semut masih memenuhi gelas itu, dan kuharap mereka segera pergi sebelum gelas itu kubawa ke dapur untuk dicuci