<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>simpang tiga</title>
	<atom:link href="http://simpangtiga.lingkungan.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simpangtiga.lingkungan.org</link>
	<description>tak ada lagi pasar, tak ada lagi strat buntu, tak ada lagi simpang tiga</description>
	<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 11:40:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>pembelajaran seumur hidup</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/06/13/pembelajaran-seumur-hidup/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/06/13/pembelajaran-seumur-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 11:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;saya percaya pada pembelajaran sepanjang hidup dimana saya pergi ke luar untuk belajar, pada matahari, air, dan angin. saya percaya pada perjalanan ke luar untuk mencari pengalaman yang tak terduga dan nyata. saya percaya pada angin, desiran angin yang tak terduga dari kehadiran yang intensif. saya percaya pada hasil perenungan pemikiran dan bayangan. saya percaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;saya percaya pada pembelajaran sepanjang hidup dimana saya pergi ke luar untuk belajar, pada matahari, air, dan angin. saya percaya pada perjalanan ke luar untuk mencari pengalaman yang tak terduga dan nyata. saya percaya pada angin, desiran angin yang tak terduga dari kehadiran yang intensif. saya percaya pada hasil perenungan pemikiran dan bayangan. saya percaya pada pembelajaran seumur hidup dimana saya pergi ke luar untuk belajar.&#8221;</em></p>
<p>Germund Sellgren, Naturpedagogik, 2003 (dari buku Belajar Cara Hidup Berkelanjutan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/06/13/pembelajaran-seumur-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tiga cangkir teh</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/05/25/tiga-cangkir-teh/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/05/25/tiga-cangkir-teh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 11:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Books]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230; (di pakistan dan afghanistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua, engkau teman; dan pada cangkir ketiga, engkau bergabung dengan keluarga kami. sebuah keluarga yang siap berbuat untuk apapun-bahkan untuk mati.&#8221;
haji ali, kepala desa korphe, pegunungan karakoram, pakistan
three cups of tea, greg mortenson dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;&#8230; (di pakistan dan afghanistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua, engkau teman; dan pada cangkir ketiga, engkau bergabung dengan keluarga kami. sebuah keluarga yang siap berbuat untuk apapun-bahkan untuk mati.&#8221;</p>
<p>haji ali, kepala desa korphe, pegunungan karakoram, pakistan</p>
<p><em>three cups of tea, greg mortenson dan david oliver relin, cetakan 3 januari 2009, penerbit hikmah</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/05/25/tiga-cangkir-teh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>yang telah lama tak dilakukan</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/03/01/yang-telah-lama-tak-dilakukan/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/03/01/yang-telah-lama-tak-dilakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 13:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya setelah sekian tahun tak pernah tidur di tenda lagi, aku melakukannya beberapa hari yang lalu, menghabiskan waktu di muara sungai sulon dan salalir di hulu lumbis, menikmati jernihnya sungai dan lezatnya ikan yang baru saja ditangkap menggunakan jala, pukat dan tombak ikan, dikagetkan air yang tiba-tiba meninggi saat hujan menguyur, dan basah kuyup selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya setelah sekian tahun tak pernah tidur di tenda lagi, aku melakukannya beberapa hari yang lalu, menghabiskan waktu di muara sungai sulon dan salalir di hulu lumbis, menikmati jernihnya sungai dan lezatnya ikan yang baru saja ditangkap menggunakan jala, pukat dan tombak ikan, dikagetkan air yang tiba-tiba meninggi saat hujan menguyur, dan basah kuyup selama perjalanan di perahu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/03/01/yang-telah-lama-tak-dilakukan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>jelajah kalimantan</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/02/05/jelajah-kalimantan/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/02/05/jelajah-kalimantan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 13:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;jelajah kalimantan&#8221;, atau perjalanan menyusuri jalan darat nunukan-sambas, dilakukan kompas untuk mengingatkan bangsa ini tentang tanah terlupa, yang diperas sumberdaya alamnya, tetapi sangat minim infrastrukturnya.
kompas, 5 februari 2009, halaman 1
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;jelajah kalimantan&#8221;, atau perjalanan menyusuri jalan darat nunukan-sambas, dilakukan kompas untuk mengingatkan bangsa ini tentang tanah terlupa, yang diperas sumberdaya alamnya, tetapi sangat minim infrastrukturnya.</p>
<p><a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/05/03584557/trans-kalimantan.jalan.harapan" target="_self">kompas, 5 februari 2009, halaman 1</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2009/02/05/jelajah-kalimantan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>semut</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/12/03/semut-semut-di-gelas/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/12/03/semut-semut-di-gelas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 04:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[semut-semut mulai memenuhi gelas minuman coklat kopi yang telah habis kutenggak satu jam yang lalu, sementara di samping gelas tersebut layar komputer menyajikan berita online dari surat kabar terkemuka di negeri ini, 66.300 orang di phk dan terancam phk [kompas], krisis keuangan global terus menghantam perekonomian hampir seluruh negara, pertumbuhan ekonomi rata-rata dunia menurun tajam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>semut-semut mulai memenuhi gelas minuman coklat kopi yang telah habis kutenggak satu jam yang lalu, sementara di samping gelas tersebut layar komputer menyajikan berita online dari surat kabar terkemuka di negeri ini, 66.300 orang di phk dan terancam phk [<a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/10525738/Wah.Sudah.66.3.Ribu.Orang.Kena.PHK." target="_self">kompas</a>], krisis keuangan global terus menghantam perekonomian hampir seluruh negara, pertumbuhan ekonomi rata-rata dunia menurun tajam, dan diperkirakan krisis ini masih akan terjadi hingga tahun 2009, pada berita yang sama dikatakan untuk kalimantan timur paling tidak 1.890 karyawan dirumahkan</p>
<p>seorang kawan yang sedang online, mem&#8221;buzz&#8221; yeemku, dia adalah dosen di perguruan tinggi negeri terbesar di samarinda, yang kampusnya seringkali tergenang air bila banjir besar melanda ibukota propinsi kalimantan timur ini, yang harus merelakan kehilangan sepatu barunya karena terendam banjir berlumpur, ya ditengah krisis ekonomi yang melanda negeri ini, yang membuat harga barang-barang melonjak tinggi, membeli barang yang bukan kebutuhan hidup tapi penting tentu sangat menguras keuangan keluarga, belum lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari, sementara banjir terus menghantui warga kota dan tentu saja menghambat aktivitas warga dan bisa jadi berdampak buruk terhadap perekonomian kota [<a href="http://www.kaltimpost.net/berita/index.asp?Berita=Samarinda&amp;id=280678" target="_self">kaltimpost</a>]</p>
<p>suara kendaraan bermotor terdengar dikejauhan, walaupun krisis ekonomi telah mendera negeri ini, jumlah kendaraan bermotor masih terus bertambah setiap harinya, di ibukota negara dan beberapa kota besar lainnya hal ini mengakibatkan kemacetan di ruas jalan di kota-kota tersebut, tak terbayang berapa banyak waktu terbuang hanya diperjalanan, belum lagi konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor yang terus meningkat, di beberapa daerah bahkan seringkali masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya, kebijakan menurunkan harga bbm tidak membuat masyarakatnya mudah mendapatkannya [<a href="http://www.kaltimpost.net/berita/index.asp?Berita=Berau&amp;id=280702" target="_self">kaltimpost</a>], bahkan di daerah-daerah penghasil minyak sekalipun, selain spbu yang sering kosong, warganya harus mengantri hanya untuk mendapatkan 5 sampai 10 liter minyak tanah</p>
<p>terbayang juga pada sebuah warung sate di sebuah kota pulau kecil di utara propinsi kalimantan timur, warung sate yang terletak tak jauh dari simpang tiga (sekarang simpang empat) pusat keramaian kota, warung sate yang telah bertahan puluhan tahun di tempat yang sama, warung sate yang terkenal paling enak itu, apakah krisis ekonomi dunia juga berdampak padanya, apakah harga bahan pokoknya melambung tinggi sehingga harga sate per tusuk ikut naik, atau apakah jumlah pembeli berkurang karena kemampuan daya beli masyarakat yang menurun, kuharap asapnya yang mencemari udara itu masih tetap mengepul sampai entah kapan aku tak tau</p>
<p>semut-semut masih memenuhi gelas itu, dan kuharap mereka segera pergi sebelum gelas itu kubawa ke dapur untuk dicuci</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/12/03/semut-semut-di-gelas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>membunuh mocking bird itu dosa</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/26/membunuh-mocking-bird-itu-dosa/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/26/membunuh-mocking-bird-itu-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 14:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Books]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230;, membunuh mocking bird-sejenis murai bersuara merdu-itu dosa&#8221; kata atticus kepada jem anaknya
halaman 179, to kill a mocking bird, harper lee
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;&#8230;, membunuh mocking bird-sejenis murai bersuara merdu-itu dosa&#8221; kata atticus kepada jem anaknya</p>
<p><em>halaman 179, to kill a mocking bird, harper lee</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/26/membunuh-mocking-bird-itu-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>produk-produk malaysia itu</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/26/produk-produk-malaysia-itu/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/26/produk-produk-malaysia-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 12:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[the city]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[dikeluarkannya peraturan menteri perdagangan nomor 44 tahun 2008 tentang ketentuan impor produk tertentu, membuat gusar pemerintah, pengusaha dan masyarakat kota tarakan, bagaimana tidak produk-produk dari malaysia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat tarakan, adalah kemudahan untuk mendapatkan membuat produk-produk malaysia memenuhi toko-toko, terutama makanan dan minuman
keberadaan produk-produk malaysia itu di tarakan, menjadikannya semacam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dikeluarkannya peraturan menteri perdagangan nomor 44 tahun 2008 tentang ketentuan impor produk tertentu, membuat gusar pemerintah, pengusaha dan masyarakat kota tarakan, bagaimana tidak produk-produk dari malaysia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat tarakan, adalah kemudahan untuk mendapatkan membuat produk-produk malaysia memenuhi toko-toko, terutama makanan dan minuman</p>
<p>keberadaan produk-produk malaysia itu di tarakan, menjadikannya semacam oleh-oleh yang selalu dicari bila ada yang datang berkunjung ke tarakan (kalau tak percaya tanya saja keluarga dan kawan-kawanku di balikpapan atau samarinda), hal ini tentu saja menguntungkan secara ekonomi bagi kota tarakan, tidak saja bagi pengusahanya tapi juga bagi masyarakat lainnya yang secara langsung maupun tidak, terlibat dalam perdagangan produk-produk tersebut</p>
<p>sesuai dengan peraturan menteri perdagangan pasal 5 ayat 1 bahwa setiap produk tertentu oleh importir terdaftar produk tertentu hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan laut: belawan di medan, tanjung priok di jakarta, tanjung emas di semarang, tanjung perak di surabaya, dan soekarno-hatta di makassar; dan atau melalui pelabuhan udara internasional, bisa dibayangkan produk-produk malaysia yang dibeli di tawau (negara bagian sabah, tak jauh dari nunukan) harus ke makassar (pelabuhan terdekat sesuai peraturan) terlebih dahulu baru kemudian dibawa kembali ke tarakan, perjalanan yang hanya memakan waktu 2-3 jam menggunakan kapal cepat atau setengah hari menggunakan kapal barang dari tawau ke tarakan akan menjadi beberapa hari bila harus melalui makassar, belum lagi bila ada urusan tetek-bengek lainnya, tentu saja membuat produk-produk lebih mahal harganya dan menjadi sulit didapatkan</p>
<p>selama ini, telah berpuluh-puluh tahun lamanya, produk-produk tersebut secara tradisional (baik legal maupun illegal) masuk melalui pelabuhan-pelabuhan resmi dan tradisional di tarakan, proses ini tentu saja memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat yang terlibat, mulai dari pengusaha/pemilik toko, pemilik kapal, kuli angkut, tukang catut resmi maupun tidak, pengusaha bahan bakar, pekerja toko, warung-warung kecil dan lain sebagainya, apalagi harganya kerap lebih murah dibandingkan produk sejenis dari negara kita, dikuatirkan peraturan menteri perdagangan ini mengakibatkan produk dari malaysia tidak bisa masuk langsung dari tawau ke tarakan dan akibatnya harganya jauh lebih mahal, sehingga banyak pengusaha yang tidak mau lagi menjual produk malaysia tersebut, tidak masalah memang bila kemudian mereka beralih menjual produk indonesia, tapi bila kemudian memutuskan menutup usahanya, tentu akan banyak masyarakat tarakan yang akan kehilangan pekerjaan</p>
<p>mungkin rasa nasionalis anda akan tergugah, bagaimana bisa kota tarakan dan sekiatarnya menjadi begitu tergantung dengan produk negara lain, tapi jauh sebelum kita mengenal batas-batas negara, tarakan dan daerah sekitarnya telah melakukan proses perdagangan dengan daerah-daerah lain di sekitarnya termasuk malaysia, proses perdagangan yang masih terus dilakukan sampai sekarang, baik legal maupun illegal, dulu bahkan jauh lebih parah lagi, bawang putih dan gula dari malaysia memenuhi pasar dan toko di tarakan, yang kemudian dibawa lagi menuju daerah lainnya di indonesia, beruntung sekarang harganya jauh lebih tinggi, masih membekas dalam ingatan bagaimana kapal-kapal penumpang pelni yang berangkat dari tarakan akan selalu beraroma bawang putih di dek-dek ekonominya, bawang putih juga merupakan oleh-oleh yang sering kubawa untuk ibu kosku di samarinda di awal masa kuliah dulu</p>
<p>bagaimanapun pengusaha produk malaysia dan juragan kapal di tarakan dan sekitarnya adalah orang-orang yang berpengalaman dalam hal smokel (smuggle) sehingga bisa berkelit menghadapi petugas, bisa jadi peraturan menteri perdagangan tersebut menjadi tidak efektif, dan produk-produk malaysia tetap memenuhi pasar dan toko-toko di tarakan, jadi sebetulnya tidak ada perlu dikuatirkan (bingung???), kecuali bila memang kita menjadi bangsa yang sadar dan taat pada aturan yang dibuat</p>
<p>lepas dari semua permasalahan produk-produk malaysia di atas, bila berkesempatan berkunjung ke tarakan jangan lupa untuk menikmati hidangan makanan lautnya yang bisa didapatkan di berbagai tempat dan rumah makan (ini khas tarakan dan dari laut indonesia), tapi yang pasti jangan sampai terlupa untuk menikmati sate paling enak di tarakan, tempatnya di&#8230;.</p>
<p><em>walaupun aku sebenarnya senang juga bila produk-produk malaysia tersebut tidak ada lagi atau susah di temukan di tarakan, jadinya tidak perlu membawa oleh-oleh jajanan produksi malaysia itu hehehehehhe</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/26/produk-produk-malaysia-itu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>buku keempat</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/20/buku-keempat/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/20/buku-keempat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 11:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Books]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[katanya maryamah karpov akan di launching tanggal 28 november ini, tapi entah mengapa aku agak malas menyambutnya, dibandingkan tiga buku terdahulu yang hampir selalu kubeli pada kesempatan pertama, kali ini aku agak enggan membelinya bila hanya untuk kubaca sendiri, tapi aku akan tetap membelinya sebagai hadiah ulang tahun bagi istriku tercinta
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>katanya maryamah karpov akan di launching tanggal 28 november ini, tapi entah mengapa aku agak malas menyambutnya, dibandingkan tiga buku terdahulu yang hampir selalu kubeli pada kesempatan pertama, kali ini aku agak enggan membelinya bila hanya untuk kubaca sendiri, tapi aku akan tetap membelinya sebagai hadiah ulang tahun bagi istriku tercinta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/20/buku-keempat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>krisis listrik itu datang juga</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/20/krisis-listrik-itu-datang-juga/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/20/krisis-listrik-itu-datang-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 10:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[the city]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya pemadaman bergilir itu terjadi juga, dan untuk mengatasinya adalah dengan menaikan tarif dasar listrik, padahal tarif dasar listrik di kota pulau kecil ini sudah lebih tinggi dibanding daerah lainnya di indonesia
berdasarkan peraturan daerah kota tarakan nomor 3 tahun 2001 tentang tarif dasar listrik lokal kota tarakan yang kemudian mengalami perubahan pada perda nomo 13 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya pemadaman bergilir itu terjadi juga, dan untuk mengatasinya adalah dengan menaikan tarif dasar listrik, padahal tarif dasar listrik di kota pulau kecil ini sudah lebih tinggi dibanding daerah lainnya di indonesia</p>
<p>berdasarkan peraturan daerah kota tarakan nomor 3 tahun 2001 tentang tarif dasar listrik lokal kota tarakan yang kemudian mengalami perubahan pada perda nomo 13 tahun 2003, warga kota tarakan diharuskan membayar tarif dasar listrik yang lebih tinggi dibanding tarif dasar pln yang ditetapkan secara nasional, tarif dasar listrik yang ditetapkan untuk golongan tarif sosial biaya pemakaian 420-460 rupiah per kwh dengan biaya beban 17.000-32.500 rupiah per kva, rumah tangga biaya pemakaian 530-700 rupiah per kwh dengan biaya beban 12.00-34.260 rupiah per kva, komersial biaya pemakaian 575-590 rupiah per kwh dengan biaya beban 33.800-36.000 rupiah per kva, publik (kantor pemerintah dan penerangan jalan umum) biaya pemakaian 750 rupiah per kwh dengan biaya beban 25.000 rupiah per kva, dan multiguna biaya pemakaian 1.415 rupiah (maksimum) per kwh</p>
<p>dengan tarif lokal yang lebih tinggi dari tarif dasar listrik pln yang ditetapkan secara nasional, pemerintah kota tarakan dan pln menjamin bahwa pemadaman bergilir dan <em>byar pet</em> tidak akan terjadi, dengan kondisi pasokan listrik saat itu yang mencapai 31 mw dan beban puncak hanya 27 mw, tentunya jaminan tersebut bukan hanya omong kosong, di saat daerah lain mengalami pemadaman bergilir, kota ini boleh berbangga hati tidak akan mengalaminya</p>
<p>namun sayang, seiring berjalannya waktu, satu demi satu mesin penghasil listrik berguguran, sampai dengan tahun 2007, 7 dari 15 unit mesin pembangkit mangkrak dan hanya digunakan sebagai cadangan bila ada mesin pembangkit yang saat ini digunakan &#8220;sakit&#8221;, untuk menghidupkan 7 mesin itu pln membutuhkan subsidi paling tidak sebesar 11,5 miliar rupiah untuk membeli sekitar 1,6 juta liter solar yang bisa dipakai mengatasi pemadaman bergilir hingga juni 2009, entah ada salah perhitungan dimana sehingga pln kota tarakan tidak mampu memenuhi kebutuhan bakar mesin pembangkit listriknya</p>
<p>akhirnya mengemukalah usulan untuk menaikan tarif dasar listrik lokal tarakan, usulan yang kemudian membuat masyarakatnya meradang, entah karena pemadaman listrik yang dialami atau karena besarnya biaya yang telah dikeluarkan untuk membayar pemakaian listrik tiap bulannya, tidak hanya pemerintah kota dan pln yang disorot tapi juga lembaga legislatif yang telah menyetujui kenaikan tarif disamping merupakan wakil rakyat penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah kota</p>
<p>menjawab tuntutan masyarakat itu dprd tarakan pun bergerak, membentuk pansus kelistrikan, melakukan pertemuan dengan pihak pln dan pemerintah kota, dan menyusun rencana kajian tidak hanya terhadap persoalan teknis kelistrikan, tapi juga masalah keuangan dan juga perda nomor 13 tahun 2003</p>
<p>apakah permasalahan listrik ini akan terus berkepanjangan seperti yang terjadi di samarinda, balikpapan dan tenggarong atau akan berhasil diatasi, masih belum diketahui hasilnya, sementara itu banyak warga kota yang terus mengalami kerugian seiring berlakunya pemadaman bergilir</p>
<p>lebih lengkap baca skh radar tarakan <a href="http://www.radartarakan.com/berita/index.asp?Berita=TARAKAN&amp;id=143914" target="_self">18 nov</a>, <a href="http://www.radartarakan.com/berita/index.asp?Berita=TARAKAN&amp;id=143960" target="_self">19 nov</a> dan <a href="http://www.radartarakan.com/berita/index.asp?Berita=TARAKAN&amp;id=144029">20 nov</a></p>
<p>sembari menikmati gelapnya kota tarakan di waktu dan tempat tertentu jangan lupa mampir ke warung sate paling enak di kota tarakan, tempatnya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/20/krisis-listrik-itu-datang-juga/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ngenet bonus kartu perdana xl</title>
		<link>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/18/ngenet-bonus-kartu-perdana-xl/</link>
		<comments>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/18/ngenet-bonus-kartu-perdana-xl/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 09:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>argolog</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simpangtiga.lingkungan.org/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[malam kemaren saat berkunjung ke warnet di depan warung sate terenak di kota pulau kecil ini, aku dikejutkan dengan bonus yang diberikan saat akan membayar. sistem pembayaran di warnet ini mengharuskan kita membayar lebih dulu sebelum menggunakan fasilitas internetnya, dengan biaya sebesar delapan ribu rupiah perjamnya, mahal memang
sebuah kartu perdana xl diberikan dengan pulsa sebesar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>malam kemaren saat berkunjung ke warnet di depan warung sate terenak di kota pulau kecil ini, aku dikejutkan dengan bonus yang diberikan saat akan membayar. sistem pembayaran di warnet ini mengharuskan kita membayar lebih dulu sebelum menggunakan fasilitas internetnya, dengan biaya sebesar delapan ribu rupiah perjamnya, mahal memang</p>
<p>sebuah kartu perdana xl diberikan dengan pulsa sebesar lima ribu rupiah (tau ga sebelumnya aku ditawarin kartu perdana sejenis di toko penjual pulsa seluler sepuluh ribu rupiah untuk sepuluh kartu perdana), jadi kalau dihitung-hitung aku mendapat diskon sebesar seribu rupiah, masih lebih mahal memang dari warnet di tempat lain</p>
<p>entah ini bagian dari strategi bisnis atau bukan, yang pasti aku jadi bingung kartu aku sudah punya satu kartu xl yang tidak kugunakan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simpangtiga.lingkungan.org/2008/11/18/ngenet-bonus-kartu-perdana-xl/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
