gtm
tepat berhadapan dengan komplek pertokoan thm berdiri sebuah bangunan megah pusat perbelanjaan dan hotel. orang-orang biasa menyebutnya gtm singkatan dari grand tarakan mall. letaknya tepat di simpang empat paling sibuk di tarakan, tapi kami yang besar di dekat simpangan itu tetap memanggilnya simpang tiga. gtm menggantikan pasar tradisional yang dinamakan sesuai dengan nama simpang jalan itu dulu, pasar simpang tiga. pasar ini dipindahkan tidak jauh ke pusat pertokoan gusher tak jauh dari tepi laut di strat buntu.
gtm telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas masyarakat di kota ini, terutama pada hari-hari libur. beberapa acara seperti panggung hiburan, lomba dan pameran sering diadakan di hall lantai satu bangunan ini. selain itu masyarakat juga bisa mengunjungi toko buku tersebsar di tarakan. mengunjungi mall mungkin sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat kota kecil ini. posisinya yang berdampingan dengan thm membuatnya semakin ramai dikunjungi. bila tak menjumpai barang yang dicari di gtm bisa mencarinya ke thm atau sebaliknya.
beberapa kali mengunjungi gtm, membawaku ke belasan tahun sebelumnya, saat tempat itu masih berupa pasar tradisional. sekolah ku (sd) yang tak jauh dari pasar simpang tiga membuatku mengakrabinya. menelusuri jalan-jalan dan gang-gangnya yang becek dan kadang berbau busuk, para pedagang yang menjajakan barang-barang dengan penampilan seadanya, para pembeli yang bahkan belum sempat mandi untuk mendapatkan barang-barang belanjaan yang kualitasnya masih bagus pagi-pagi sekali. kini, berjalan menelusuri satu persatu toko di dalam bagunan ini kita menyaksikan pedagang dan pengunjung dengan penampilan terbaik mereka. tak ada lagi pedagang yang menggunakan sarung untuk menutupi tubuhnya, bahkan di beberapa tempat beberapa pemilik toko menggunakan jasa spg yang cantik dan seksi untuk menarik minat pengunjung agar membeli produk mereka. ada satu bank dan pusat atm di gtm, yang membuatku mengingat seorang penukar uang receh yang biasa berdiri di dekat pintu masuk pasar.
pada lantai tiga bangunan ini terdapat pusat penjualan makanan yang diberi nama food court, membuatku sekali mengingat tentang jajanan pasar yang banyak diperjualbelikan di pasar simpang tiga, jajanan yang ditunggu-tunggu ketika ibu atau kakakku pergi ke pasar. ibu atau kakakku biasa pergi ke pasar setelah sholat subuh, dan pulang sekitar pukul enam atau tujuh pagi, dan jadilah jajanan pasar sarapan sebelum sekolah. pada saat bersekolah di smp aku bahkan sempat menggantikan kakakku beberapa waktu pergi ke pasar, barang belanjaan yang sudah pasti harus dibeli adalah daging sapi, timun dan kelapa parut, barang-barang lain biasanya dibeli sesuai pesanan. setelah mengantarkan barang belanjaan, aku harus menunggu mobil yang mengantar ayam, untuk menyampaikan berapa banyak ayam yang akan kami beli hari itu. yah, dulu belum ada teknologi telepon seluler seperti sekarang, bahkan telepon rumahpun kami tak punya. jadi semua pesanan harus disampaikan secara langsung.
kembali ke gtm yang pada saat malam menampilkan kemolekkannya, lampu-lampu membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. sebuah hotel yang menjadi bagian dari gtm tak lama lagi akan dibuka, hotel yang menjadi bagian dari jaringan hotel novotel ini membuat gtm memiliki daya tarik tersendiri. sebuah perpaduan hotel dan pusat perbelanjaan yang pertama di tarakan. gtm, suatu saat aku akan mempunyai kenangan sendiri tentangmu seperti juga kenanganku akan pasar simpang tiga yang kau gusur.