di simpang jalan
bingung harus memilih yang mana!
mungkinkah kembali?
subuh ini aku menyempatkan untuk berjalan-jalan di seputaran simpang tiga, cukup lama hal ini tak kulakukan, apalagi sekarang aku tak benar-benar tinggal di tarakan. hembusan angin menyapaku, bau udara lautpun terhirup. ini bau yang khas, yang tak bisa kudapatkan di semua tempat, hanya tempat-tempat di tepi laut yang menyediakannya. kembali membayangkan kota ini sewaktu aku kecil hingga sma dulu, walau kini wajah kota pulau ini tak lagi sama, namun udara dan bau lautnya masih tercium hingga sekarang. angin terus berhembus yang ditandai dengan kibaran kain-kain spanduk iklan operator telpon seluler. dulu hal ini akan ditandai dengan goyangan dan guguran daun-daun, namun kini hampir semua pohon-pohon itu menghilang. beberapa orang petugas kebersihan terlihat menyapu jalanan, debu-debu pun ikut berterbangan karenanya, dan aku pun beranjak pulang, segelas coklat panas pastinya cukup untuk menghangatkan tubuh.
tepat jam 12 malam musik menghentak bergema di sebuah kampung di jantung pulau, bergiliran lagu berlirik bahasa lokal, indonesia dan asing diperdengarkan. laki-perempuan menyatu larut hanyut dalam irama musik, tak ada batasan usia. selama mata masih terbuka selama kaki masih bisa menyangga tubuh tangan masih terayun. segentong minuman beralkohol lokal menemani, daging babi dan ikan yang diawetkan dalam cairan garam melengkapi. malam seakan tanpa akhir, walau waktu terus berjalan, jarum jam terus berputar menandakan perubahan waktu. nafas-nafas yang berbau alkohol berteriak, tertawa dan menjerit, kaki-kaki terus menghentak, tangan-tangan terus terayun, musik terus bergema dibantu sebuah alat pengeras yang bisa membangunkan seisi kampung. tak terasa saat itu sedang berada di sebuah kampung di tengah rimba jantungnya pulau kalimantan. dan aku, tersiksa dalam kamar di sebelah tempat mereka berkumpul, badanku lelah, letih setelah seharian berpikir dan berjalan menyusuri hutan. aku butuh keheningan malam yang biasanya mudah kudapatkan di kampung. tapi musik itu, suara itu, bau alkohol itu seakan tak bisa berhenti dan memenuhi kepalaku. aku ingin sekali tidur, dan itu baru kudapatkan tepat pukul lima pagi, saat mereka pergi, bukan untuk tidur tapi pindah ketempat lain, samar-samar musik dan tawa masih terdengar, kantukku tak tertahankan lagi, aku tertidur walaupun tak kudapatkan keheningan yang kudambakan
hari ini aku terima surat yang isinya aku dipecat, ini sudah yang ke berapa kali aku mengalaminya, alasannya sering tidak masuk kerja. ini aku alami dalam permainan erupublik, pemilik perusahaan memecatku. yah, kesibukan di dunia nyata yang mengaharuskan pergi ke lapangan membuatku tak bisa bersentuhan dengan dunia maya, lagipula aku belum paham benar cara bermainnya. mungkin ada cara untuk memberitahu pimpinan perusahaan bahwa aku akan bepergian beberapa hari, sehingga tidak akan mengalami dipecat sampai berkali-kali.
memasuki tahun kedua, walaupun semangat sempat menurun, namun tetap mencoba untuk bertahan dan berusaha lebih baik
malam ini aku mengenakan kaus oblong, beberapa teman sudah mengomentarinya, kaus oblong ini kubeli dari kawanku, tiga lembar aku beli waktu itu. kaus ini menunjukkan semangat kawanku itu, tapi itu dulu. pada bagian depan tertulis seperti ini:
tukangsate
www.sate.web.id
pada bagian belakang:
(gambar sate)
makanlah sate sebelum anda disate
sekedar mengingatkan kawanku ini, karena dia sempat beralih kebisnis “underwear” walaupun akhirnya dia batalkan.
maaf anda tak bisa melihat foto kausnya
hampir saja tak bisa keluar dari rumah hari ini, mulai pagi hujan turun tak berhenti hingga sore ini rintik-rintiknya masih saja terasa, bahkan tadi pagi banjir sempat menyertai hujan. membuat enggan untuk melangkahkan kaki keluar rumah dan mesti melewati banjir yang mencapai lutut. tapi keinginan untuk keluar rumah begitu besar hingga sore ini kupaksakan juga untuk keluar rumah, menikmati kota ini setelah hujan dan banjir.
ternyata (more…)
beberapa hari ini, saat sedang bermain bulutangkis di halaman kantor, terlihat beberapa ekor burung elang. aku tak tahu apa jenisnya, sebagai orang yang awam terhadap jenis-jenis burung, aku cuma bisa menyebutnya elang. berdasarkan informasi elang termasuk burung raptor atau burung pemangsa (bird of prey).
pada waktu-waktu tertentu (more…)
ini bukan ingin menyaingi republik mimpi atau republik-republik lainnya. tapi ini tentang keinginan seorang kawan untuk menjadi tukang sate yang sampai sekarang belum terwujud. hampir sama dengan mimpi para pendiri republik ini untuk mewujudkan kesejahteraan bangsanya. kurang apa kawanku ini, semangat ada, modal ga masalah, keterampilan tak perlu diragukan, tempat tersedia, pendukung dan calon pembeli pertama udah ngantri. seperti juga republik ini, keinginan untuk hidup sejahtera sudah jadi tujuan hidup bangsanya, sumberdaya alamnya berlimpah, para pemimpin dan masyarakatnya sangat banyak yang pintar-pintar, dan penduduknya dari segi jumlah termasuk yang terbanyak di dunia.
mungkin kawanku ini perlu (more…)