long tua

aku kembali lagi mengunjunginya, setelah yang pertama lebih dari 2 tahun yang lalu. menikmati ketenangan padang ilalang di jantung borneo setelah menyeruput hangatnya kopi di pagi hari, menyaksikan mentari terbenam di balik pepohonan setelah mengamati satwa liar sore hari. aku datang kembali, menghabiskan pagi dan sore hariku duduk di ilalangnya, menatap banteng-banteng liar menyantap ilalang jauh dilereng bukit sebelah sana. walau tak nampak payau berlarian di hamparan ilalang saat mengetahui kami datang, namun aku tetap merasa enggan untuk pulang, berteman dengan kicau burung di pepohonan, di belai semilir angin yang membawa bau tubuhku sehingga banteng-banteng menyingkir bersembunyi di hutan. long tua…

Posted under Promote by argolog on Monday 24 May 2010 at 7:52 pm

di hulu sungai

selama bekerja di beberapa tempat, tak terasa telah menginjakan kaki di kampung paling hulu, beberapa masih membekas dengan baik, seperti long suluy di hulu sungai kelay dengan kepolosan masyarakatnya dengan semangat mereka mempertahankan sumberdaya alam mereka dari gempuran pengusaha emas, yang masyarakatnya duduk berjongkok berkumpul pagi-pagi sekali untuk sekedar bergosip atau membicarakan kehidupan mereka, kadang tawanya membangun kami bila kebetulan mereka ngobrol di dekat pondok kami, anak-anak mereka adalah anak-anak hutan dan sungai, yang waktunya dihabiskan untuk menjelajah hutan atau menyelam menombak ikan di sungainya yang mengalir jernih, ingat juga aku pada desa long pala di hulu sungai mentarang, yang pada saat air kecil kita harus berjalan kaki untuk mencapainya, membutuhkan waktu tiga jam bagiku untuk bisa mencapainya, tapi bagi masyarakat lokal tak sampai dua jam, dari malinau sendiri perlu waktu satu hari menggunakan long boat dilanjutkan satu hari menggunakan ketinting dan selanjutnya jalan kaki, itu bila air sungai sedang kecil atau surut atau apalah namanya, menyusuri pinggiran sungainya bahkan terkadang menyeberanginya, memanjat bebatuan yang menghiasi tepi sungai, terbayarkan dengan keindahan alamnya, kejernihan sungainya, dan ketenangan desanya, ingat juga dengan kampung punan mahkam di hulu sungai segah, yang masyarakatnya mengeluh melihat sungai mereka mengalir keruh saat pengusaha tambang emas sedang bekerja, tak masalah bila masyarakatnya sendiri yang melakukan, tapi “orang luar” juga melakukannya, tentu dengan membayar fee yang tidak bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat kampung, ingat juga dengan apau ping di hulu sungai bahau dimana kami ditunggui dan disambut hampir seluruh masyarakat desa hanya untuk bisa bersalaman dengan kami, belum lagi atraksi tarian spontan yang mereka tampilkan, dan kami diantarkan untuk menengok sang banteng liar di pagi dan sore hari di padang rumputnya (yang pernah kuimpikan sejak awal kuliah dulu), dan malam hari hidangan sup (sayur) ikan dan ikan bakarnya menggugah selera, juga teringat akan desa tau lumbis di hulu sungai sembakung, dengan papan pinakatapnya, ulung buayanya, tari-tariannya, ikan tamba dan tuaknya, juga tari (joget?) semalam suntuknya, tapi desanya begitu indah, masyarakatnya begitu ramah yang menghidangkan makanan pada kami tanpa diminta, semuanya sungai itu punya giram-giram yang menawan sekaligus mematikan, menarik dan mendorong perahu adalah hal yang biasa, semua saling membantu dan bergotong royong, mengingatnya membuatku ingin kembali kesana

Posted under Promote by argolog on Wednesday 29 October 2008 at 10:30 pm

republik sate

ini bukan ingin menyaingi republik mimpi atau republik-republik lainnya. tapi ini tentang keinginan seorang kawan untuk menjadi tukang sate yang sampai sekarang belum terwujud. hampir sama dengan mimpi para pendiri republik ini untuk mewujudkan kesejahteraan bangsanya. kurang apa kawanku ini, semangat ada, modal ga masalah, keterampilan tak perlu diragukan, tempat tersedia, pendukung dan calon pembeli pertama udah ngantri. seperti juga republik ini, keinginan untuk hidup sejahtera sudah jadi tujuan hidup bangsanya, sumberdaya alamnya berlimpah, para pemimpin dan masyarakatnya sangat banyak yang pintar-pintar, dan penduduknya dari segi jumlah termasuk yang terbanyak di dunia.

mungkin kawanku ini perlu (more…)

Posted under Promote by argolog on Tuesday 27 November 2007 at 10:43 am

malam di tarakan

anda baru tiba di tarakan, bingung dengan tempat nongkrong dan santai di malam hari. jangan bingung, berkunjunglah ke taman oval. ada beberapa taman yang dibangun oleh pemerintah kota tarakan. salah satu yang paling ramai adalah taman oval di ladang.

di taman ini ada bisa bersantai bersama keluarga atau teman, di tempat ini disediakan beberapa sarana seperti gazebo-gazebo kecil, warung, hiburan karaoke, dan netpark. untuk sekedar makan-makan di sekitar taman ini anda tak perlu membayar tiket masuk, tapi bila ingin menikmati suasana di dalam taman anda perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 2.000/orang.

untuk yang memiliki laptop dengan fasilitas internet wireless dapat menikmati koneksi internet gratis. jadi tunggu apa lagi, nikmatilah fasilitas hiburan yang terdapat di kota tarakan ini.

Posted under Promote by argolog on Saturday 19 May 2007 at 9:50 am

liburan ke hutan mangrove

pergi kemana di liburan panjang minggu ini, ada 4 hari libur mulai kamis hingga minggu. buat yang brekocek tebal tentu bisa memilih ke luar kota. tapi buat yang tipis dan pas-pasan, bisalah memilih berlibur di kota saja dengan mengunjungi beberapa tempat yang cukup menarik di kota tarakan ini. ada pantai amal, hutan persemaian, hutan mangrove ghuser dan tempat-tempat lainnya.

dari semua tempat tersebut paling tidak sempatkanlah berkunjung ke hutan mangrove, anda bisa menikmati suasana hutan mangrove/bakau yang masih asli, melihat satwa yang tinggal di sana dan jangan lupa belajar dari informasi yang ada. kawasan hutan seluas 9 hektar ini, menyediakan berbagai sarana rekreasi bagi anda dan keluarga, seperti boardwalk, tempat duduk, menara pengamatan, warung dan pusat informasi. disamping itu juga terdapat beberapa toilet dan tempat sampah. untuk karcis masuk tidak terlalu mahal Rp. 2.000 untuk orang dewasa dan Rp. 1.000 untuk anak-anak. untuk naik menara pengamatan anda cukup mebayar Rp. 1.000.

jadi tunggu apa lagi berkunjung dan nikmatilah salah satu keindahan dari kota tarakan.

Posted under Promote by argolog on Saturday 19 May 2007 at 9:34 am

dapatkan dan nikmatilah

Jika anda berkunjung ke Tarakan, sebuah kota pulau di utara Propinsi Kalimantan Timur, anda bisa menemukan sebuah warung sate sederhana tak jauh dari pusat pertokoan THM, tepatnya di deretan toko di depan mini market dan hotel makmur. Dengan harga perporsi Rp. 10.000, anda dapat menikmati kelezatan rasanya. Ramuan bumbu-bumbunya begitu terasa pada saat anda mengunyahnya, ditambah lagi dengan saos kacang pedasnya tentu akan mengundang selera makan anda. Kurang lengkap rasanya bila ke Tarakan tanpa menikmati sate yang istimewa ini. Jadi, jangan sampai terlewatkan, warung sate yang hanya buka malam hari ini tentu dapat memenuhi keinginan anda.

Posted under Promote by argolog on Sunday 4 March 2007 at 5:23 am