sungai karang anyar

hujan kali ini membuatku membayangkan rumah tempat aku dibesarkan, sebuah rumah tak jauh dari simpang tiga. hujan selebat dan selama ini tentu akan mengakibatkan banjir, dan bila lebih lama lagi banjir akan masuk ke rumah. walaupun letak rumahku tak tepat betul dari sebuah sungai kecil, sungai yang biasa disebut sungai karang anyar, karena letaknya di kelurahan karang anyar. anda mungkin kaget bila kondisinya normal, sungai itu dalamnya hanya semata kaki orang dewasa, tapi begitu banjir ia akan menjadi begitu dahsyat. ya, kawasan hutan di hulu sungai ini sudah rusak parah, dan banjir membawa lumpur dan pasir dari kawasan yang telah terbuka. bila saja pasir itu dikumpulkan, mungkin dengan banjir tahun ini saja sudah cukup untuk membangun sebuah rumah sederhana.

tapi itulah sungai karang anyar, dimana waktu kecil aku sering mendatanginya. dulu sebelum rumahku menggunakan jasa pdam untuk mendapatkan air bersih, kami menggunakannya untuk mandi dan mencuci. tapi dulu airnya tak sekotor dan sedangkal sekarang. aku juga sering mancing di sungai karang anyar, dan dulu banyak ikan wadernya, tak tahu kalau sekarang. tapi dari dulu sungai karang anyar juga banjir, walau tak separah sekarang, dimana setelah hujan reda, kami sering bermain menghanyutkan tubuh kami di airnya yang dangkal.

di tepi sungai banyak pohon bambu, yang sering digunakan anak-anak untuk membuat leduman (meriam bambu) saat bulan puasa, membuat layang-layang saat musim layangan, atau oleh orang dewasa digunakan untuk menakuti kami (yang masih anak-anak) agar tak keluar malam. selain itu dulu di dekatnya banyak pohon buah-buahan yang pada musimnya menyediakan buah-buahan segar bagi kami.

tak jauh dari rumahku ada sebuah jembatan kayu yang melintasi sungai karang anyar, dari jembatan ini kami bermain kapal-kapalan yang ditarik dengan benang. di jembatan ini juga keponakanku pernah jatuh ketika melintas dengan sepedanya, entah kenapa, mungkin dia ditakut-takuti karena di dekat jembatan banyak pohon bambunya. untung saja jembatannya tak begitu tinggi dari permukaan sungai. sudah beberapa kali jembatan ini direnovasi, tapi selalu menggunakan kayu, tapi mungkin juga lebih baik begitu agar orang yang mengendarai sepeda motor tak ngebut ketika melewatinya. sampai sekarang jembatan ini masih punya pengaruh untuk menakuti anak-anak, hal yang sudah dilakukan oleh orang-orang dewasa dulu terhadap kami ketika masih kecil-kecil. yah, selain karena gelap pepohonan di sekitarnya memberi kesan angker padanya, tapi untung juga jadinya tak ada orang yang pacaran di jembatan.

sungai ini bermuara ke laut tak jauh dari hutan mangrove gusher, dulu sewaktu kecil aku pernah diajak kawan-kawan mancing di sana, selepas mancing kami biasa mencari buah dari pohon-pohon bakau yang berbentuk seperti pisang tapi ukurannya kecil sekali. buah ini kami gunakan untuk permainan ketek-ketekan. dengan menggunakan karet gelang buah itu diluncurkan untuk mengenakan musuh. rasanya bisa sakit sekali bila dibidikan dari jarak dekat dan terkena kulit yang terbuka. tapi dulu pohon mangrove lebih banyak dibandingkan sekarang yang lebih banyak rumahnya.

sekarang tak ada anak-anak yang mau bermain di sungai karang anyar, airnya yang kotor dan bau serta banyaknya sampah, tentu membuat mereka akan dimarahi bila main di sungai. walaupun sudah banyak yang sadar untuk tidak buang sampah ke sungai, tapi masih ada saja yang melakukannya, bahkan banyak rumah-rumah yang saluran pembuangan tinjanya yang mengarah langsung ke sungai. semoga nanti orang-orang di sekitar sungai akan sadar untuk tidak membuang sekala bentuk kotoran ke sungai, menjaga daerah tangkapan dan resapan air di sekitarnya, sehingga sungai karang anyar tak lagi jadi mimpi buruk di musim hujan begini.

Posted under the city by argolog on Friday 9 May 2008 at 8:06 pm

gtm

tepat berhadapan dengan komplek pertokoan thm berdiri sebuah bangunan megah pusat perbelanjaan dan hotel. orang-orang biasa menyebutnya gtm singkatan dari grand tarakan mall. letaknya tepat di simpang empat paling sibuk di tarakan, tapi kami yang besar di dekat simpangan itu tetap memanggilnya simpang tiga. gtm menggantikan pasar tradisional yang dinamakan sesuai dengan nama simpang jalan itu dulu, pasar simpang tiga. pasar ini dipindahkan tidak jauh ke pusat pertokoan gusher tak jauh dari tepi laut di strat buntu.

gtm telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas masyarakat di kota ini, terutama pada hari-hari libur. beberapa acara seperti panggung hiburan, lomba dan pameran sering diadakan di hall lantai satu bangunan ini. selain itu masyarakat juga bisa mengunjungi toko buku tersebsar di tarakan. mengunjungi mall mungkin sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat kota kecil ini. posisinya yang berdampingan dengan thm membuatnya semakin ramai dikunjungi. bila tak menjumpai barang yang dicari di gtm bisa mencarinya ke thm atau sebaliknya.

beberapa kali mengunjungi gtm, membawaku ke belasan tahun sebelumnya, saat tempat itu masih berupa pasar tradisional. sekolah ku (sd) yang tak jauh dari pasar simpang tiga membuatku mengakrabinya. menelusuri jalan-jalan dan gang-gangnya yang becek dan kadang berbau busuk, para pedagang yang menjajakan barang-barang dengan penampilan seadanya, para pembeli yang bahkan belum sempat mandi untuk mendapatkan barang-barang belanjaan yang kualitasnya masih bagus pagi-pagi sekali. kini, berjalan menelusuri satu persatu toko di dalam bagunan ini kita menyaksikan pedagang dan pengunjung dengan penampilan terbaik mereka. tak ada lagi pedagang yang menggunakan sarung untuk menutupi tubuhnya, bahkan di beberapa tempat beberapa pemilik toko menggunakan jasa spg yang cantik dan seksi untuk menarik minat pengunjung agar membeli produk mereka. ada satu bank dan pusat atm di gtm, yang membuatku mengingat seorang penukar uang receh yang biasa berdiri di dekat pintu masuk pasar.

pada lantai tiga bangunan ini terdapat pusat penjualan makanan yang diberi nama food court, membuatku sekali mengingat tentang jajanan pasar yang banyak diperjualbelikan di pasar simpang tiga, jajanan yang ditunggu-tunggu ketika ibu atau kakakku pergi ke pasar. ibu atau kakakku biasa pergi ke pasar setelah sholat subuh, dan pulang sekitar pukul enam atau tujuh pagi, dan jadilah jajanan pasar sarapan sebelum sekolah. pada saat bersekolah di smp aku bahkan sempat menggantikan kakakku beberapa waktu pergi ke pasar, barang belanjaan yang sudah pasti harus dibeli adalah daging sapi, timun dan kelapa parut, barang-barang lain biasanya dibeli sesuai pesanan. setelah mengantarkan barang belanjaan, aku harus menunggu mobil yang mengantar ayam, untuk menyampaikan berapa banyak ayam yang akan kami beli hari itu. yah, dulu belum ada teknologi telepon seluler seperti sekarang, bahkan telepon rumahpun kami tak punya. jadi semua pesanan harus disampaikan secara langsung.

kembali ke gtm yang pada saat malam menampilkan kemolekkannya, lampu-lampu membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. sebuah hotel yang menjadi bagian dari gtm tak lama lagi akan dibuka, hotel yang menjadi bagian dari jaringan hotel novotel ini membuat gtm memiliki daya tarik tersendiri. sebuah perpaduan hotel dan pusat perbelanjaan yang pertama di tarakan. gtm, suatu saat aku akan mempunyai kenangan sendiri tentangmu seperti juga kenanganku akan pasar simpang tiga yang kau gusur.

Posted under the city by argolog on Thursday 1 May 2008 at 7:14 pm

di simpang jalan

bingung harus memilih yang mana!
mungkinkah kembali?

Posted under the city by argolog on Monday 14 April 2008 at 2:26 pm

subuh

subuh ini aku menyempatkan untuk berjalan-jalan di seputaran simpang tiga, cukup lama hal ini tak kulakukan, apalagi sekarang aku tak benar-benar tinggal di tarakan. hembusan angin menyapaku, bau udara lautpun terhirup. ini bau yang khas, yang tak bisa kudapatkan di semua tempat, hanya tempat-tempat di tepi laut yang menyediakannya. kembali membayangkan kota ini sewaktu aku kecil hingga sma dulu, walau kini wajah kota pulau ini tak lagi sama, namun udara dan bau lautnya masih tercium hingga sekarang. angin terus berhembus yang ditandai dengan kibaran kain-kain spanduk iklan operator telpon seluler. dulu hal ini akan ditandai dengan goyangan dan guguran daun-daun, namun kini hampir semua pohon-pohon itu menghilang. beberapa orang petugas kebersihan terlihat menyapu jalanan, debu-debu pun ikut berterbangan karenanya, dan aku pun beranjak pulang, segelas coklat panas pastinya cukup untuk menghangatkan tubuh.

Posted under the city by argolog on Sunday 23 March 2008 at 8:49 pm

tahun kedua

memasuki tahun kedua, walaupun semangat sempat menurun, namun tetap mencoba untuk bertahan dan berusaha lebih baik

Posted under the city by argolog on Tuesday 5 February 2008 at 9:32 pm

setelah hujan dan banjir

hampir saja tak bisa keluar dari rumah hari ini, mulai pagi hujan turun tak berhenti hingga sore ini rintik-rintiknya masih saja terasa, bahkan tadi pagi banjir sempat menyertai hujan. membuat enggan untuk melangkahkan kaki keluar rumah dan mesti melewati banjir yang mencapai lutut. tapi keinginan untuk keluar rumah begitu besar hingga sore ini kupaksakan juga untuk keluar rumah, menikmati kota ini setelah hujan dan banjir.
ternyata (more…)

Posted under the city by argolog on Monday 7 January 2008 at 4:28 pm

katanya…

katanya cukup 1,5 hektar saja per tahun untuk menghidupkan mesin 15 mw guna menambah pasokan listrik bagi masyarakat di pulau kecil ini. katanya pulau ini terlalu kecil untuk ditambang batubaranya walaupun tidak dipergunakan untuk tujuan komersil. katanya batubara bisa dibeli dari kabupaten lain di sekitar pulau kecil ini. katanya pulau kecil di dekat pulau kecil ini sudah dan bisa ditambang batubaranya. katanya pulau kecil ini perlu pasokan listrik yang besar untuk mewujudkan mimpinya menjadi singa kecil. katanya sekarang listrik sering padam di pulau kecil ini. katanya sekarang banjir lebih sering, lebih besar dan lebih luas di pulau kecil ini. katanya….

Posted under the city by argolog on Tuesday 20 November 2007 at 7:50 pm

area pejalan kaki

beberapa hari yang lalu menyempatkan diri berjalan ke komplek pertokoan thm tarakan. karena malam minggu, banyak sekali orang yang berkunjung. entah hanya sekedar jalan, menemani kawan, makan atau berbelanja barang. banyaknya orang yang berkunjung, membuat harus berjalan pelan dan sesekali bersenggolan dengan pengunjung lain.

saat sedang asik (more…)

Posted under the city by argolog on Tuesday 14 August 2007 at 10:00 pm

pintu gerbang

tak salah bila masyarakat di bagian utara propinsi kalimantan timur mengatakan bahwa tarakan adalah pintu gerbang kaltim bagian utara. coba saja tengok ke pelabuhan tengkayu, melundung atau pelabuhan lainnya. kapal motor hilir mudik mengangkut penumpang dari dan menuju beberapa kota/tempat di kabupaten sekitarnya. tengok juga ke bandara juwata, pesawat-pesawat mengangkut penumpang ke berbagai kota di kaltim dan indonesia. tidak hanya itu beberapa pesawat kecil juga mengantarkan penumpang ke beberapa kampung di perbatasan negara. selain menjadi gerbang (more…)

Posted under the city by argolog on Tuesday 14 August 2007 at 7:08 pm

bercerita dan promosi

beberapa hari yang lalu menyempatkan diri berkunjung ke gramedia tarakan, kebetulan saat itu di gramedia sedang ada kegiatan story telling untuk anak-anak. ceritanya bersumber dari buku yang terdapat di toko buku itu yaitu cerita malin kundang.

cukup menarik juga cara mereka bercerita, disampin pencerita/narator juga ada peraga yang menampilkan cerita yang sedang ditampilkan. para peraga juga tampil cukup baik, dan membuat cerita yang disampaikan jadi tidak membosoankan dengan tingkah dan kata-kata mereka yang lucu.

apa yang dismpaikan memang tetap seperti cerita malin kundang yang sudah kita ketahui bersama. tapi terobosan yang mereka lakukan saya pikir sangat baik. karena sangat jarang ada yang mau melakukan kegiatan seperti ini. hanya sayangnya, kuis-kuis yang diberikan setelah cerita selesai disampaikan, tidak dimanfaatkan untuk mempromosikan toko buku itu. anak-anak yang hadir hanya diminta bernyanyi, berjoged dan menjawab pertanyaan. padahal bgian ini bisa mereka manfaatkan seperti kuis mencari buku atau tebak isi cerita buku-buku tertentu yang terdapat di toko buku itu, sehingga anak-anak yang hadir punya kesempatan banyak untuk membuka dan membaca buku-buku yang ada dan bila mereka tertarik bisa jadi akan meminta orang tuanya untuk membeli buku tersebut. saya pikir masih banyak hal lain yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan buku-buku yang terdapat di toko buku itu.

Posted under the city by argolog on Thursday 2 August 2007 at 9:19 pm

Next Page »