menunggu pulang

aku ingin segera pulang kepada kawan kepada kehendak hati terlebih kepada istri dan anak-anakku di rumah; aku merindukan semua akan gairah, emosi, kata-kata dan hasrat kawan-kawanku juga kelembutan, kehangatan dan kepolosan istri dan anak-anakku; jadi kapan? kata hatiku; pikirkan juga orang-orang yang kau cintai, bagian diriku yang lain berkata; jangan terlalu banyak berpikir! kata yang lain; jangan sampai menyesal! yang lain menimpali; jalan pulang itu terbentang lebar, sementara kenyamanan ini menghambatku; jalan pulang itu ada di hadapanku, sementara rumah ini begitu hangat mendekapku; kalau begitu tunggulah sampai kau siap, tapi diri ini semakin bertambah resah setiap saat; akan ada saatnya untuk pulang, tapi aku sudah tak sabar untuk kembali; maaf kawan, maaf istri dan anak-anakku, sudikah kalian menungguku pulang

Posted under Words by argolog on Tuesday 14 October 2008 at 10:33 pm

durian

di dapur ada durian, yang dibeli tadi siang, ada 6 buah jumlahnya, tapi harganya masih mahal, soalnya belum musim benar, katanya masih buah pertama, karena sudah lama tak makan durian, jadi mesti dibeli juga, tak peduli berapa pun harganya, katanya durian rajanya buah

paling tidak 2 buah kumakan sendiri, sebenarnya ingin lebih, tapi tak enak dengan yang lain

Posted under Words by argolog on Tuesday 23 September 2008 at 9:07 pm

dingin

hujan lagi malam ini, kututupi tubuh dengan selimut, meringkuk memeluk angin, membayangkan, hanya bisa membayangkan, memeluk tubuh istriku dalam dinginnya malam…

Posted under Words by argolog on Tuesday 29 July 2008 at 10:04 pm

bangkit

cobalah untuk bangkit, dari tidur panjang, dari mimpi indah, dari duduk di kursi empuk. cobalah untuk bangkit, hadapi kehidupan nyata, hadapi keterpurukan, hadapi semua masalah. cobalah untuk bangkit, untuk buktikan bahwa kita bisa, kita mampu, bahwa kita masih ada.

Posted under Words by argolog on Tuesday 20 May 2008 at 8:39 pm

mie instan

sstttt, jangan bilang-bilang istriku ya….

(more…)

Posted under Words by argolog on Tuesday 27 November 2007 at 3:47 pm

jangan lawan kami!

jangan pernah berani melawan kami

kami punya senjata yang diberikan oleh negara

untuk kami pakai membela diri

maju selangkah moncong senjata kami angkat

maju selangkah peluru kami muntahkan

ingat! kami punya senjata

ingat! kami tak pakai peluru hampa

ingat! jangan lawan kami!

mengenang yang “tak seharusnya” mati tertembus peluru dari senjata milik negara

Posted under Words by argolog on Thursday 31 May 2007 at 12:54 pm

sejuk

akhirnya merasakan kesejukan kabupaten konservasi

Posted under Words by argolog on Friday 25 May 2007 at 4:32 pm

panas

merasakan panasnya kabupaten konservasi

Posted under Words by argolog on Thursday 24 May 2007 at 5:28 pm

dapat telpon

lagi ngelamun bayangin istri, ko tiba-tiba istriku nelpon. si anak minta bikinin susu jadinya mesti bangun, sambil temenin anak nyusu, dia nelpon aku. ga tau kenapa bisa konek ya, lagi kangen sama istri, anakku membangunkan istriku yang lantas menelponku. jadi senang juga bisa dengar suaranya. sedikit mengobati rasa kangen, tapi ko malah jadi kepingin….

Posted under Words by argolog on Tuesday 22 May 2007 at 12:04 am

tengah malam – hujan gerimis

dah dua postingan yang ku buat untuk kemudian ku hapus. ga tau kenapa ko rasanya ga enak banget kalo itu dibaca orang lain. mungkin juga karena suasana hati yang lagi ga enak. ga ada apa-apa juga sebenarnya, cuma lagi kangen aja sama istri. dan suasananya juga mendukung, tengah malam – hujan gerimis, ditambah lagi winampku muterin go to beyond-nya enya mulai dari tiga jam yang lalu.

Posted under Words by argolog on Monday 21 May 2007 at 11:33 pm

Next Page »